Kamis, 21 Mei 2026

Berita Pidie

Angin Kencang Terjang Pidie, Atap Rumah Terbang Hingga Pohon Tumbang

Hujan lebat disertai angin kencang landa Kabupaten Pidie, Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 10.20 WIB. 

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
BADAI TERJANG PIDIE - Atap seng rumah warga di Kecamatan Grong-Grong, Pidie, Rabu (10/5/2026) jatuh ke tanah setelah diterbangkan angin kencang. Peristiwa itu tudak menimbulkan korban jiwa. 
Ringkasan Berita:
  • Hujan lebat disertai angin kencang melanda sejumlah kecamatan di Pidie dan menyebabkan atap rumah, ruko, kantor, hingga pohon tumbang menimpa rumah warga.
  • Kerusakan terjadi di Kecamatan Grong-Grong, Peukan Baro, Kembang Tanjong, Simpang Tiga, Muara Tiga, dan Delima, namun tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
  • BPBD Pidie masih mendata total kerusakan dan hanya dapat membantu pemasangan tenda darurat karena dana Belanja Tidak Terduga (BTT) tidak bisa digunakan tanpa status tanggap darurat.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Hujan lebat disertai angin kencang menerjang Kabupaten Pidie, Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 10.20 WIB. 

Dampak angin kencang menyebabkan atap rumah hingga pohon tumbang timpa rumah warga. 

Musibah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Kecuali warga mengalami kerusakan pada atap rumah, akibat angin membawa terbang atap rumah warga. 

Camat Grong-Grong, Asriadi, kepada Serambinews.com, Rabu (20/5/2026) mengatakan, data dari Badan Penanggulangan Bencana atau BPBD Pidie menyebutkan, angin kencang telah menerbangkan atap bangunan milik warga di sejumlah kecamatan di Pidie.

Adalah atap ruko milik Muladi (41) di Gampong Teungoh, atap bangunan usaha pabrik es kristal milik Muhammad Afdal (35) warga Gampong Daka, Kecamatan Grong-Grong.

Berikutnya, atap pada WC rumah milik Usman (44) dan atap rumah milik Khalidin (40) di Gampong Mee, Kecamatan Grong-Grong serta atap bangunan Kantor Pustaka Kecamatan Grong-Grong. 

Baca juga: Pidie Borong Prestasi di Pra PORA 2026, Wushu Loloskan Enam Atlet hingga Taekwondo Panen Medali

"Semua bangunan milik warga rusak pada atap. Sebab, saat angin meniup kencang menerbangkan atap seng hingga 500 meter," ujarnya. 

Camat Peukan Baro, Ihsan, menyebutkan, angin kencang melanda Pidie telah menyebabkan atap seng rumah milik Saudah Binti Ali (65) di Gampong Pante Garot, Kecamatan Peukan Baro, copot setelah terbawa angin. 

"Peristiwa angin kencang tidak menimbulkan korban jiwa," kata Ihsan. 

Camat Kembang Tanjong, Fauzi Harfa, melaporkan, satu rumah permanen milik Rohamah tertimpa pohon. Rumah tersebut terletak di Gampong Cebrek, Kecataman Kembang Tanjong.

"Tidak ada korban jiwa dalam musibah angin kencang. Laporan warga ada beberapa titik rumah yang rusak pada atap," jelasnya. 

Camat Simpang Tiga, Muhammad Noval, kepada Serambinews.com, Rabu (20/5/2026) mengungkapkan, dua rumah warga di Simpang Tiga mengalami kerusakan pada atap akibat disapu angin.

Baca juga: VIDEO - Puluhan Murid di Pidie Uji Kemampuan dalam Lomba Bertutur

"Laporan warga lebih dari dua rumah rusak atap akibat diterjang angin kencang. Saya masih di lapangan," jelasnya. 

Informasi di Kecamatan Muara Tiga (Laweung) pohon tumbang tertimpa rumah dan di Kecamatan Delima juga atap seng disapu angin kencang

Tidak Bisa Ditangani BTT

Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Pidie, Muhammad Rabiul ST MT, kepada Serambinews.com, Rabu (10/5/2026) mengatakan, saat ini BPBD Pidie masih merekap total rumah atau sarana lain milik warga yang rusak akibat disapu angin.

Menurutnya, kerusakan atap rumah diterbangkan angin sehingga warga tidak bisa berteduh lagi di rumah mereka. 

BPBD Pidie hanya bisa membantu memasang tenda darurat, agar pemilik rumah bisa berteduh sementara di bawah tenda. 

Baca juga: Bupati Pidie Sarjani Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi, KPK: Jangan Beri Hibah untuk Lembaga Vertikal

"Kalau membantu memperbaiki, BPBD Pidie tidak memiliki dana. Sebab, dana Belanja Tidak Tertuga atau BTT tidak bisa digunakan, lantaran statusnya tidak tanggap darurat.

Mungkin dinas lain miliki dana untuk memperbaiki," pungkasnya. (*)  

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved