Kamis, 21 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Memetik Ilmu dari Program LBD Medco, Kini Suyanto Menikmati Manisnya Panen Semangka

Dulu nyaris bangkrut karena gagal panen, kini Suyanto sukses panen 23 ton semangka dan raup untung Rp90 juta berkat pendampingan MedcoEnergi.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Amirullah
Humas Medco Energi
Suyanto dan Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset, Sudewo, saat berbagi cerita dalam diskusi pada Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition 2026 di Tangerang, Rabu (20/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Suyanto, petani asal Musi Banyuasin, sempat berkali-kali gagal panen semangka hingga nyaris bangkrut akibat masalah penyemaian bibit dan harga jual yang anjlok.
  • Sejak ikut Program Local Business Development MedcoEnergi pada 2023, ia mendapat pendampingan teknik penyemaian, pupuk organik, hingga pemasaran hasil panen.
  • Hasilnya, panen meningkat dari 4 ton menjadi 23 ton per hektare pada 2025 dengan keuntungan mencapai Rp90 juta.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - “Kesulitan adalah sekolah terbaik sebelum datangnya kesempatan.” 

Kalimat itu tampaknya layak disematkan kepada Suyanto, pria berusia 39 tahun asal Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Musi Banyuasin.

Sebagai petani kecil di pedalaman Sumatera Selatan, Suyanto telah berkali-kali merasakan pahit getir kehidupan. 

Keringat yang ia jatuhkan di ladang kerap tak berbuah manis. Beberapa kali usahanya menanam semangka berujung kerugian. Bahkan, ia nyaris kehabisan modal untuk kembali memulai usaha pertaniannya. 

Rasa kecewa dan putus asa tentu pernah dirasa, tetapi Suyanto tidak menyerah. Ia tetap bertahan karena percaya bahwa rezeki pasti ada.

“Istri saya bahkan pernah sampai bilang, ‘Sudahlah, tidak usah lagi tanam semangka. Kita usahain yang lain saja,’ tapi saya tetap jalan juga terus,” ujar Suyanto saat ditemui di Booth Medco Energi, di Even IPA Convex 2026, pada Rabu (20/5/2026).

Suyanto menyadari bahwa salah satu penyebab utama kegagalan usahanya adalah proses penyemaian bibit. Ia bahkan beberapa kali harus melakukan penyemaian berulang, agar bibit benar-benar bisa tumbuh. 

Baca juga: Dapur Rumah Warga  Abdya Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Belasan Juta

“Saya pernah semai pertama gagal, semai lagi, gagal lagi, sampai tiga kali penyemaian, mau bangkrut saya,” ujar Suyanto mengenang.

Menurutnya, kualitas bibit dan cara penyemaian yang kurang baik membuat hasil panen tidak maksimal. Pernah suatu ketika, setelah berbulan-bulan bekerja keras di ladang, di bawah hujan dan teriknya matahari, ia hanya memperoleh hasil panen sekitar empat ton dari lahan yang cukup luas. “Belum lagi kadang harga jatuh, aduh ! sedihlah,” ujarnya.

Kesempatan itu  akhirnya datang pada 2023. Suyanto bergabung dalam Program Local Business Development (LBD) yang dijalankan MedcoEnergi, sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.

Melalui program tersebut, Suyanto dan teman-teman petani yang tergabung dalam Kelompok  Sumpal Palawija Makmur, seperti menemukan oase di lahan tandus. 

Lewat pendampingan yang professional, mereka mendapatkan solusi atas persoalan yang selama bertahun-tahun menghantuinya, yakni teknik penyemaian bibit. 

Trauma akibat berkali-kali gagal pada tahap penyemaian perlahan sembuh, setelah ia mendapatkan pendampingan intensif dari tim MedcoEnergi dan mitranya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved