Berita Banda Aceh
Memetik Ilmu dari Program LBD Medco, Kini Suyanto Menikmati Manisnya Panen Semangka
Dulu nyaris bangkrut karena gagal panen, kini Suyanto sukses panen 23 ton semangka dan raup untung Rp90 juta berkat pendampingan MedcoEnergi.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Amirullah
Ringkasan Berita:
- Suyanto, petani asal Musi Banyuasin, sempat berkali-kali gagal panen semangka hingga nyaris bangkrut akibat masalah penyemaian bibit dan harga jual yang anjlok.
- Sejak ikut Program Local Business Development MedcoEnergi pada 2023, ia mendapat pendampingan teknik penyemaian, pupuk organik, hingga pemasaran hasil panen.
- Hasilnya, panen meningkat dari 4 ton menjadi 23 ton per hektare pada 2025 dengan keuntungan mencapai Rp90 juta.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - “Kesulitan adalah sekolah terbaik sebelum datangnya kesempatan.”
Kalimat itu tampaknya layak disematkan kepada Suyanto, pria berusia 39 tahun asal Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Musi Banyuasin.
Sebagai petani kecil di pedalaman Sumatera Selatan, Suyanto telah berkali-kali merasakan pahit getir kehidupan.
Keringat yang ia jatuhkan di ladang kerap tak berbuah manis. Beberapa kali usahanya menanam semangka berujung kerugian. Bahkan, ia nyaris kehabisan modal untuk kembali memulai usaha pertaniannya.
Rasa kecewa dan putus asa tentu pernah dirasa, tetapi Suyanto tidak menyerah. Ia tetap bertahan karena percaya bahwa rezeki pasti ada.
“Istri saya bahkan pernah sampai bilang, ‘Sudahlah, tidak usah lagi tanam semangka. Kita usahain yang lain saja,’ tapi saya tetap jalan juga terus,” ujar Suyanto saat ditemui di Booth Medco Energi, di Even IPA Convex 2026, pada Rabu (20/5/2026).
Suyanto menyadari bahwa salah satu penyebab utama kegagalan usahanya adalah proses penyemaian bibit. Ia bahkan beberapa kali harus melakukan penyemaian berulang, agar bibit benar-benar bisa tumbuh.
Baca juga: Dapur Rumah Warga Abdya Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Belasan Juta
“Saya pernah semai pertama gagal, semai lagi, gagal lagi, sampai tiga kali penyemaian, mau bangkrut saya,” ujar Suyanto mengenang.
Menurutnya, kualitas bibit dan cara penyemaian yang kurang baik membuat hasil panen tidak maksimal. Pernah suatu ketika, setelah berbulan-bulan bekerja keras di ladang, di bawah hujan dan teriknya matahari, ia hanya memperoleh hasil panen sekitar empat ton dari lahan yang cukup luas. “Belum lagi kadang harga jatuh, aduh ! sedihlah,” ujarnya.
Kesempatan itu akhirnya datang pada 2023. Suyanto bergabung dalam Program Local Business Development (LBD) yang dijalankan MedcoEnergi, sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.
Melalui program tersebut, Suyanto dan teman-teman petani yang tergabung dalam Kelompok Sumpal Palawija Makmur, seperti menemukan oase di lahan tandus.
Lewat pendampingan yang professional, mereka mendapatkan solusi atas persoalan yang selama bertahun-tahun menghantuinya, yakni teknik penyemaian bibit.
Trauma akibat berkali-kali gagal pada tahap penyemaian perlahan sembuh, setelah ia mendapatkan pendampingan intensif dari tim MedcoEnergi dan mitranya.
Tidak hanya itu, ia juga diajarkan cara membuat pupuk organik dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Kelompok Sumpal Palawija Makmur memanfaatkan kotoran ayam, sampah rumah tangga, serta dedaunan yang dicampur gula merah untuk dijadikan pupuk organik.
Hasilnya membawa perubahan besar, bukan hanya pada produksi pertanian, tetapi juga pada kehidupan Suyanto dan rekan-rekannya.
Pada 2024, Suyanto berhasil memanen 16 ton semangka. Belum puas dengan capaian tersebut, ia terus belajar melalui Program LBD.
MedcoEnergi tidak hanya memberikan pendampingan dan transfer pengetahuan kepada para petani, tetapi juga membantu penyediaan pupuk organik dan obat-obatan pertanian.
Pada 2025, dari lahan seluas kurang lebih satu hektare, Suyanto berhasil memanen hingga 23 ton semangka. Hasil panennya bahkan dipasarkan hingga ke luar Kabupaten Musi Banyuasin.
Baca juga: Balai Pengajian di Gampong Babah Lhung Abdya Rusak Parah Tertimpa Pohon
Kini Suyanto mulai merasakan manisnya hasil panen semangka. Ia berhasil meraup keuntungan hingga Rp90 juta. Angka itu tentu sangat berarti bagi dirinya, mengingat dulu ia pernah hanya menghasilkan sekitar empat ton panen dari lahan yang sama.
Sebenarnya hubungan Suyanto dan Medco sudah beririsan sejak lama. Pipa milik Medco yang mengalir gas hanya berada beberapa meter saja dari lahan garapan Suyanto.
Kini ia tak hanya melihat pipa gas, tapi merasakan kehadiran langsung Medco Energi di lahannya.
Ternyata tak hanya menanam semangka, Suyanto juga membudidayakan cabai merah di lahan seluas 1/4 hektare dengan hasil yang menjanjikan.
Hasil panen dari komoditas tersebut membawa perubahan besar bagi kehidupan Suyanto dan istrinya, Puji Prihatin. Kesejahteraan mereka meningkat.
Kini, Suyanto pun dapat dengan lancar membiayai pendidikan anaknya, Fatir, yang sedang menempuh pendidikan agama di salah satu pondok pesantren di Provinsi Lampung, kampung halaman mereka.
Di balik keberhasilannya, Suyanto tetap menjadi sosok sederhana yang sangat memikirkan masa depan keluarganya.
Suyanto ternyata lihai mengatur keuangan. Keuntungan puluhan juta rupiah dari sekali panen tidak membuatnya terlena dan gelagapan. Uang hasil panen itu digunakan untuk membeli lahan tambahan.
Dari hasil panen semangka, Suyanto berhasil membeli dua hektare lahan di kampung tempat tinggalnya tersebut. Ia berharap hasil panen berikutnya dapat memperluas area tanam sekaligus meningkatkan penghasilan keluarganya.
Perantau yang Ingin Ubah Nasib
Kilas balik ke 2012, tak lama setelah menikah, Suyanto meninggalkan kampung halamannya di Lampung dan merantau ke Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Ia datang dengan harapan dapat mengubah nasib. Namun, kenyataannya tanah rantau tak selalu bersahabat.
Masa-masa sulit seperti gagal panen, kegagalan saat penyemaian, harga jual yang anjlok, hingga nyaris bangkrut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Perubahan mulai terasa ketika Program Local Business Development hadir dalam kehidupannya. Suyanto percaya bahwa melalui belajar dan pendampingan, segala sesuatu dapat berubah.
Jika dulu ia selalu terkendala karena sistem penyemaian. Kini, berkat pendampingan yang, ia mampu melakukan penyemaian dengan lebih baik.
Sebagai bagian dari kolaborasi, dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Tampang Baru mengalokasikan dana desa untuk membantu pembajakan lahan para petaninya.
Kini, Suyanto mulai menikmati hasil kerja kerasnya. Keuntungan dari panen semangka terus mengalir, sementara roda hidupnya tampak sedang berputar di tengah hamparan perbukitan Desa Tampang Baru.
Suyanto menatap masa depan dengan penuh pecaya diri, dan senyuman merekah. Dalam beberapa hari ke depan, ia akan kembali memanen semangka di lahan yang sama. Ia berharap hasil panennya semakin baik dan harga jual tetap stabil agar rezeki terus mengalir.
Sebab, di rumah ada istri yang menunggu. Sementara di tempat lain, ada sang anak yang sedang menuntut ilmu dan menanti kiriman biaya setiap bulan.
Suyanto juga berharap pendampingan Program Local Business Development dari MedcoEnergi kepada dirinya dan kelompok tani di desanya dapat membawa perubahan yang lebih luas. Ia ingin masyarakat lain mendapatkan kesempatan serupa.
Ia berharap pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik, teknik penyemaian, dan pengolahan lahan yang diperolehnya dapat menginspirasi petani lain agar mereka juga bisa merasakan manisnya panen semangka yang melimpah.
Program LBD dijalankan secara bertahap sejak 2023 untuk menjawab berbagai tantangan yang sebelumnya dihadapi para petani, mulai dari keterbatasan modal, rendahnya produktivitas, minimnya pengetahuan teknis budidaya, hingga belum optimalnya jaringan pemasaran.
Medco E&P Grissik Ltd. sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Blok Corridor memberikan dukungan melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi, serta fasilitasi akses pemasaran.
“Melalui Program LBD, MedcoEnergi terus menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Kami melihat kelompok ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi contoh penguatan ekonomi lokal di sekitar area operasi,” ujar Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset, Sudewo, dalam sesi diskusi pada Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition 2026 di Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, MedcoEnergi bersama Plantari mendampingi Kelompok Sumpal Palawija Makmur yang beranggotakan delapan petani. Pendampingan dilakukan melalui distribusi benih dan pupuk, pengelolaan lahan, pemilihan varietas, pemupukan, pengendalian hama ramah lingkungan, hingga penguatan kemitraan pemasaran.
Kini, Suyanto, Kelompok Sumpal Palawija Makmur, dan Desa Tampang Baru telah merasakan betapa manisnya panen semangka. (*)
| Harga Material Bangunan Melonjak |
|
|---|
| KPK Minta Aceh Percepat Serapan Anggaran Bencana |
|
|---|
| PBVSI Banda Aceh Gelar Kejuaraan Voli Perebutkan Piala Wali Kota |
|
|---|
| Gubernur Aceh Mualem Surati BPJS Minta Buka Blokir Kepesertaan JKA |
|
|---|
| Danden Gegana Kompol Akmal Raih Gelar Doktor di USK Lewat Riset Teknologi Virtual Reality |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Memetik-Ilmu-dari-Program-LBD-Medco-Kini-Suyanto-Menikmati-Manisnya-Panen-Semangka.jpg)