Kupi Beungoh
Momentum Andaman: Jangan Ulangi Kesalahan Lamaa
Kini, melalui penemuan cadangan gas raksasa di Blok Andaman oleh Mubadala
Oleh: Musliadi, S.E., M.Acc., Ak*)
ACEH pernah kaya karena gas. Namun sejarah juga mencatat bahwa kekayaan tersebut belum sepenuhnya berhasil diubah menjadi fondasi ekonomi jangka panjang yang kokoh.
Kini, melalui penemuan cadangan gas raksasa di Blok Andaman oleh Mubadala Energy yang diperkirakan mencapai lebih dari 10 triliun kaki kubik, sejarah kembali memberi Aceh sebuah kesempatan besar.
Pertanyaannya sederhana namun menentukan: apakah momentum ini akan kembali habis dalam belanja konsumtif, atau menjadi titik balik lahirnya Aceh yang mandiri secara fiskal dan ekonomi?
Temuan di Blok Andaman bukan sekadar kabar baik bagi ketahanan energi nasional.
Baca juga: DPKP Bireuen, PT Mahakarya Sosialisasi Rencana Ukur Kondisi Laut untuk Pengembangan Gas Blok Andaman
Bagi Aceh, ini adalah peluang strategis untuk melakukan transformasi ekonomi secara serius⁷
Dana Bagi Hasil (DBH) migas yang nantinya mengalir harus dipandang bukan sebagai “belanja konsumtif”, semata melainkan sebagai belanja modal untuk pembangunan jangka panjang serta untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Aceh tidak kekurangan sumber daya alam. Yang sering kali kurang adalah keberanian mengubah kekayaan alam menjadi fondasi ekonomi jangka panjang. Karena itu, Andaman tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai proyek migas, tetapi sebagai momentum koreksi arah pembangunan daerah.
Belajar dari Arun
Pengalaman masa lalu di era Arun seharusnya menjadi pelajaran penting.
Pada masa kejayaan migas dahulu, Aceh menikmati aliran dana yang besar. Namun sebagian besar habis terserap dalam belanja rutin dan konsumtif.
Ketergantungan terhadap transfer pusat membuat struktur APBA/APBK kurang fleksibel untuk mendorong inovasi ekonomi daerah secara mandiri.
Akibatnya, ketika era migas meredup, fondasi ekonomi yang kuat belum benar-benar terbentuk.
Kita pernah menikmati euforia migas, tetapi gagal membangun mesin ekonomi baru setelah sumber daya itu melemah.
Kesalahan yang sama tidak boleh terulang untuk kedua kalinya.
Karena itu, Blok Andaman harus menjadi momentum perubahan paradigma: dari pola “menghabiskan anggaran” menuju pola “menginvestasikan anggaran”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Foto-77ii.jpg)