Jumat, 22 Mei 2026

Prakiraan Cuaca Aceh

Cuaca Aceh Singkil Berawan, Gelombang 2,1 Meter, Nelayan Diminta Hati-hati

Cuaca seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, diprediksi berawan, Jumat (22/5/2026).

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
PRAKIRAAN CUACA - Bundaran Bank Aceh: Suasana bundaran Bank Aceh di Pulo Sarok, Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. 
Ringkasan Berita:Cuaca di seluruh wilayah Aceh Singkil diprediksi berawan pada Jumat (22/5/2026), dengan suhu berkisar 26–32 derajat Celcius dan kelembapan udara 60–93 persen.
 
Kondisi perairan Aceh Singkil juga berawan dengan gelombang mencapai 2,1 meter atau kategori sedang, disertai angin dari barat laut berkecepatan 6 knot.
 
Nelayan dan warga yang melaut diimbau tetap waspada serta membawa perlengkapan keselamatan, alat komunikasi, dan GPS saat beraktivitas di laut.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Cuaca seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, diprediksi berawan, Jumat (22/5/2026).

Masing-masing Kecamatan Singkil, Kota Baharu, Singkohor dan Kecamatan Kuala Baru. 

Lalu Kecamatan Pulau Banyak, Simpang Kanan, Gunung Meriah, Singkil Utara, Danau Paris, Suro Makmur dan Kecamatan Pulau Banyak Barat.

Dikutip dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) suhu rata-rata Kabupaten Aceh Singkil 26 sampai 32 derajat Celcius (⁰C). 

Sedangkan kelembapan udara 60 sampai 93 persen. 

Cuaca wilayah maritim atau perairan Aceh Singkil, juga berawan.

Suhu 29 ⁰C dan kelembapan relatif 76 persen. 

Baca juga: Harga TBS Sawit Ambruk di Petani Aceh Singkil Jelang Idul Adha, Ini Datanya

Angin berhembus dari Barat Laut dengan kecepatan 6 knot dan arus ke Barat dengan kecepatan 0,86 knot. 

Sementara gelombang dipredikai mencapai 2,1 meter. Ketinggian gelombang itu masuk dalam kategori sedang.

Nelayan dan warga yang melaut hati-hati. Pastikan selalu membawa perlengkapan keselamatan. 

Antara lain pelambung dan membawa alat komunikasi untuk menghubungi keluarga bila terjadi hal darurat.

Kemudian membawa global positioning system (GPS) untuk mengetahui posisi. 

Mengingat mengandalkan tanda-tanda alam, kadang terkendala terbatasnya jarak pandang.(*)

Baca juga: Musim Pasang Besar, Air Laut Masuk ke Permukiman Warga Aceh Singkil

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved