Kamis, 4 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Imbas Bentrok Antrarmahasiswa hingga Pembakaran Gedung, USK Terapkan Kuliah Daring untuk FT dan FP

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif menjaga kekondusifan lingkungan kampus sekaligus memastikan proses akademik tetap berjalan baik.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
for serambinews/FOR SERAMBINEWS.COM
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menetapkan status akreditasi Unggul bagi Universitas Syiah Kuala (USK). Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan BAN-PT Nomor: 3066/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/XII/2025 tertanggal 11 Desember 2025. 

SERTAMBINEWS.COM - Universitas Syiah Kuala (USK) menerapkan sistem kuliah daring sementara bagi mahasiswa di Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Pertanian (FP) mulai 21 hingga 26 Mei 2026.

Pemberlakuan kuliah daring sementara tersebut dilakukan berdasarkan pemberitahuan resmi yang ditujukan kepada sivitas akademika di lingkungan FT dan FP USK melalui surat nomor 1365/UN11/PK.01.03/2026, Jumat, (21/5/2026).

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif guna menjaga kekondusifan lingkungan kampus sekaligus memastikan proses akademik tetap berjalan dengan baik.

Selama periode tersebut, seluruh kegiatan perkuliahan dilaksanakan secara daring sesuai dengan mekanisme yang diatur oleh masing-masing program studi dan dosen pengampu mata kuliah.

Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan langkah sementara untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung efektif tanpa mengabaikan kenyamanan dan keamanan sivitas akademika.

“Kami berharap seluruh mahasiswa tetap fokus mengikuti perkuliahan secara daring dan menjaga komunikasi yang baik dengan dosen.

USK berkomitmen memastikan kegiatan akademik tetap berlangsung optimal selama masa penyesuaian ini,” ujar Prof. Heru dalam rilis yang diterima Serambinews.com.

Baca juga: Mahasiswa FK dan FKG USK Raih Silver Medal di World Young Inventors Exhibition 2026

Ia juga mengimbau para dosen agar tetap aktif melakukan pendampingan kepada mahasiswa serta memanfaatkan platform pembelajaran digital secara maksimal sehingga kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Pihak USK menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi kembali sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan. Mahasiswa diminta untuk terus memantau informasi resmi yang disampaikan universitas maupun fakultas guna memperoleh perkembangan terbaru terkait aktivitas akademik.

USK berharap suasana akademik tetap kondusif dan seluruh kegiatan pendidikan dapat berlangsung secara efektif hingga aktivitas perkuliahan tatap muka kembali dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Konflik Antarmahasiswa Berujung Pembakaran Gedung, Begini Penjelasan Ketua BEM FT USK: Ada Provokasi

Diberitakan sebelumnya, Konflik antarmahasiswa di Universitas Syiah Kuala (USK) yang berujung pada pembakaran Gedung Fakultas Pertanian terus menjadi perhatian publik.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) USK, Abin Teguh Wicaksono, akhirnya memberikan penjelasan terkait kronologi kejadian tersebut.

Menurut Abin, akar persoalan bermula pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 18.00 hingga 18.30 WIB.

Baca juga: Polisi Ajak Masyarakat Bantu Ungkap Aktor Pembakaran Lab Pertanian USK, Kerahasiaan Pelapor Dijamin

Saat itu, sekitar 100 orang oknum massa mendatangi Sekretariat BEM USK dan diduga melakukan tindakan anarkis berupa pelemparan batu hingga menyebabkan kaca sekretariat pecah.

Dalam kejadian itu, seorang mahasiswa Fakultas Teknik serta beberapa mahasiswa dari fakultas lain yang berada di lokasi disebut mengalami dorongan dan intimidasi hingga mengalami luka dan trauma.

“Di lokasi juga ada ancaman bahwa malam itu Fakultas Teknik akan ‘dilipat’ atau diserang,” ujar Abin kepada Serambinews.com, Kamis (21/5/2026).

Mendengar ancaman tersebut, mahasiswa Fakultas Teknik kemudian berkumpul di kawasan fakultas sebagai langkah antisipasi dan menjaga lingkungan kampus.

Namun hingga larut malam, tidak terjadi penyerangan sebagaimana ancaman sebelumnya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, pihak pimpinan Fakultas Teknik mengarahkan mahasiswa untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing guna menjaga situasi tetap kondusif.

Namun, peristiwa kembali pecah pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat kondisi Fakultas Teknik relatif sepi dan hanya terdapat beberapa mahasiswa Teknik Mesin yang sedang mengerjakan proyek mobil listrik di laboratorium.

Sekitar 70 orang oknum yang mengenakan helm dan masker disebut memasuki kawasan Fakultas Teknik dan melakukan penyerangan di sekitar sekretariat organisasi mahasiswa teknik.

Akibat kejadian tersebut, dua mahasiswa Fakultas Teknik mengalami luka akibat sabetan celurit.

Salah satu korban mengalami luka robek pada bagian lengan, sementara korban lainnya mengalami luka di bagian belakang tubuh dan tengkuk.

“Setelah melakukan penyerangan, para pelaku melarikan diri,” kata Abin.

Informasi mengenai kejadian itu kemudian menyebar dengan cepat sehingga mahasiswa Fakultas Teknik mulai berdatangan ke kampus.

Polisi dan Pimpinan Fakultas Turun ke Lokasi

Pihak pimpinan fakultas bersama aparat kepolisian turut turun ke lokasi untuk menenangkan situasi serta membawa korban ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.

Beberapa waktu kemudian, kembali terjadi provokasi dan penyerangan ke kawasan Fakultas Teknik oleh oknum yang sama.

Setelah melakukan penyerangan, para pelaku disebut melarikan diri ke arah Fakultas Pertanian sehingga memicu pengejaran oleh mahasiswa Fakultas Teknik.

Namun, saat tiba di kawasan Fakultas Pertanian, kondisi di lokasi disebut sudah terdapat kobaran api dan beberapa bagian area telah terbakar.

Pihak pimpinan Fakultas Teknik kemudian berupaya meredam massa dan mengumpulkan mahasiswa di lapangan basket Fakultas Teknik untuk mendengarkan arahan dari Wakil Dekan III.

“Setelah kondisi mulai terkendali, massa kemudian dibubarkan dan seluruh mahasiswa kembali ke rumah masing-masing,” pungkas Abin.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved