Sabtu, 23 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Warga di Aceh Utara Digemparkan Semburan Api Saat Dini Hari dari Pengeboran Sumur

“Peristiwa itu terjadi di areal kebun sawit dan persawahan, tepat di lokasi pengeboran sumur air yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan...

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Foto dok Polres Aceh Utara
Semburan gas disertai lumpur dan kobaran api setinggi puluhan meter muncul dari lokasi pengeboran sumur bor di areal perkebunan sawit dan persawahan Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (22/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Warga Gampong Blang Rubek, Lhoksukon, Aceh Utara, digemparkan oleh semburan gas bercampur lumpur disertai kobaran api setinggi ±75 meter dari pengeboran sumur bor pada Jumat (22/5/2026) dini hari.
  • Peristiwa ini disertai dentuman keras yang terdengar hingga permukiman warga.
  • Tak ada korban jiwa, namun 2 rumah warga terdampak ringan akibat semburan lumpur.
  • Warga sekitar sempat panik & sebagian memilih mengungsi.
  • Sementara, semburan diduga terkait keberadaan jalur atau pipa gas lama di bawah tanah.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Warga Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, digemparkan oleh semburan gas disertai lumpur dan kobaran api setinggi puluhan meter yang muncul dari lokasi pengeboran sumur bor di areal perkebunan sawit dan persawahan setempat, Jumat (22/5/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB itu mengundang perhatian masyarakat karena semburan gas yang keluar dari lubang sumur disertai suara dentuman keras yang terdengar hingga ke permukiman warga sekitar.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto MH melalui Kasi Humas AKP Bambang Sutrisno mengatakan, lokasi kejadian merupakan titik pengeboran sumur bor yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan air saat musim kemarau.

“Peristiwa itu terjadi di areal kebun sawit dan persawahan, tepat di lokasi pengeboran sumur air yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah masyarakat setempat,” kata Bambang.

Berdasarkan keterangan Geuchik Gampong Blang Rubek, proyek pengeboran tersebut merupakan program gampong yang telah dikerjakan selama enam hari, mulai 16 hingga 21 Mei 2026.

Pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, pengeboran telah mencapai kedalaman sekitar 90 meter.

Saat proses pengeboran berlangsung, pekerja mulai menemukan material berupa pasir bercampur lumpur yang keluar dari lubang bor.

Menyadari kondisi tersebut, pekerja kemudian menarik sebagian pipa yang berada di dalam sumur.

Namun beberapa jam kemudian, tepatnya pada Jumat dini hari, terjadi semburan gas bercampur lumpur dari dalam sumur yang diikuti kobaran api besar.

Semburan tersebut disertai suara ledakan atau dentuman yang cukup keras, sehingga membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, kobaran api yang muncul dari lubang sumur mencapai ketinggian sekitar 75 meter.

Baca juga: Warga Nagan Raya Temukan Gelembung Gas diLokasi Bekas Banjir, Saat Dibakar ke Luar Semburan Api

Dugaan Sementara

Dugaan sementara, semburan tersebut berkaitan dengan keberadaan jalur atau pipa gas lama yang berada di bawah permukaan tanah dan kemungkinan menjadi sumber keluarnya gas.

Menanggapi kejadian itu, Polres Aceh Utara segera berkoordinasi dengan pihak PT Pema Global Energi (PGE) serta pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah penanganan darurat.

Tidak lama setelah menerima laporan, tim pemadam kebakaran dari PT Pema Global Energi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara diterjunkan ke lokasi. 

Namun saat petugas tiba, kobaran api dilaporkan telah padam dengan sendirinya.

Meski demikian, aparat kepolisian langsung memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi kejadian guna mencegah masyarakat mendekati area yang masih berpotensi berbahaya.

“Melihat kondisi ini, pihak kepolisian melakukan pemasangan police line dan pengamanan di lokasi kejadian serta memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mendekati lokasi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Bambang.

Hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Namun, dua unit rumah warga yang berada tidak jauh dari lokasi dilaporkan mengalami dampak ringan akibat semburan lumpur yang keluar dari sumur bor.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya semburan susulan, sejumlah warga memilih melakukan pengungsian mandiri ke tempat yang dianggap lebih aman.

Sterilisasi Area

Sementara itu, pihak PT Pema Global Energi bersama instansi terkait masih melakukan sterilisasi area dan pemeriksaan kandungan gas di sekitar lokasi guna memastikan kondisi benar-benar aman bagi masyarakat.

Polres Aceh Utara juga terus melakukan pengamanan dan pemantauan perkembangan situasi di lapangan, termasuk memverifikasi warga yang mengungsi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan penyebab pasti terjadinya semburan gas tersebut.

“Sampai saat ini kobaran api sudah padam. Instansi terkait masih melakukan sterilisasi area dan pemeriksaan kandungan gas, sementara kepolisian terus melakukan monitoring dan pengamanan lokasi,” tutup Bambang.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena terjadi di tengah aktivitas pengeboran sumur untuk kebutuhan irigasi pertanian. 

Warga berharap hasil pemeriksaan dapat segera mengungkap penyebab semburan gas tersebut sehingga aktivitas masyarakat di sekitar lokasi dapat kembali berjalan normal dengan aman.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved