Rabu, 20 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Syekh Dan 40 Tahun Merawat Sejarah Rapa-i Pase, Begini Jejak Sang Maestro

Syekh Faizan Abdullah atau Syekh Dan telah lebih dari 40 tahun mendedikasikan hidupnya untuk menjaga tradisi Rapa-i Pase di Aceh Utara.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
RAPA-I PASE - Syekh Faizan Abdullah atau Syekh Dan, Ketua Umum Rapa-i Pase menunjukkan rapa-i peninggalan buyutnya yang masih disimpan di rumahnya, Desa Arongan, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. 

Ringkasan Berita:
  • Syekh Faizan Abdullah atau Syekh Dan telah lebih dari 40 tahun mendedikasikan hidupnya untuk menjaga tradisi Rapa-i Pase di Aceh Utara.
  • Ia merawat puluhan rapa-i tua, termasuk peninggalan bersejarah Jarum Terbang dari buyutnya, meski sempat kehilangan beberapa akibat banjir.
  • Dedikasinya sebagai maestro rapa-i terlihat dari kiprahnya di berbagai kompetisi dan komitmen melatih generasi muda agar warisan budaya tetap hidup.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Di rumah sederhananya di Desa Arongan, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Syekh Faizan Abdullah masih setia merawat puluhan rapa-i tua, memainkan syair-syair tradisional, dan menjaga warisan budaya Pase agar tidak hilang ditelan zaman.

Pria yang akrab disapa Syekh Dan ini sudah lebih dari 40 tahun menjadi Syekh atau memimpin Grup Rapa-i Pase.

Syekh Dan bukan sekadar pemain rapa-i. 

Ia telah menjadi maestro yang mendedikasikan hidupnya untuk seni tradisional Aceh.

Selama 41 tahun memimpin Grup Rapa-i Pase, ia tampil dalam berbagai kompetisi mulai tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Dedikasinya terhadap Rapa-i Pase diwariskan turun-temurun dari keluarga. 

Baca juga: Seni Rapa-i Daboh Terancam Punah, Ekses Kurangnya Generasi Penerus dan Perubahan Kualitas Tradisi

Buyutnya, Raja Seuntalon, dikenal sebagai salah satu syekh rapa-i terkenal di wilayah Pase pada abad ke-18.

Dari garis keluarga itu, Syekh Dan tumbuh bersama dentum rapa-i, syair, dan tradisi meu uroh yang telah hidup selama ratusan tahun di Aceh.

Kini Syekh Dan masih menyimpan sekitar 21 Rapa-i Pase dan belasan rapa-i geleng atau grempheng di rumahnya. 

Sebagian merupakan peninggalan orang terdahulu, sebagian dibeli dari grup rapa-i yang ada di Aceh Utara dan sekitarnya. 

Di antaranya, Rimueng Krueng, Putro Ijo, Sibrok, Pinto Rimba, Burong tujoh, Raja Uleu, Peudeung Panyang, dan Manek Rôk.

Namun perjalanan panjangnya menjaga rapa-i tidak selalu mudah. 

Banjir besar yang melanda Aceh Utara pada akhir November 2025 ikut membawa pergi empat rapa-i miliknya, di antaranya Urot Palet dan Si Rimueng.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved