Nagan Raya
TRK Minta PKS di Nagan Raya Tak Mainkan Harga TBS Jelang Lebaran
Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan (TRK) meminta seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di kabupaten tersebut...
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Bupati Nagan Raya TRK meminta seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di kabupaten tersebut agar tidak mempermainkan harga TBS sawit menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
- Permintaan itu disampaikan TRK menyusul anjloknya harga TBS sawit di tingkat petani dalam beberapa hari terakhir.
- Sebelumnya harga berkisar Rp3.200 per kilogram, kini turun hingga sekitar Rp2.200 per kilogram.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan (TRK) meminta seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di kabupaten tersebut agar tidak mempermainkan harga tandan buah segar (TBS) sawit menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Permintaan itu disampaikan TRK menyusul anjloknya harga TBS sawit di tingkat petani dalam beberapa hari terakhir. Dari sebelumnya berkisar Rp3.200 per kilogram, kini turun hingga sekitar Rp2.200 per kilogram.
“Kemarin saya terkejut melihat berita bahwa harga sawit ini anjlok. Dari Nagan Raya selama ini harga sawit berkisar Rp3.200 per kilogram, saat ini turun sampai Rp700. Sekarang ada yang menjadi Rp2.200,” kata TRK, saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena sebagian besar masyarakat Nagan Raya bergantung pada sektor perkebunan sawit.
“Ini sangat memprihatinkan dan masyarakat Nagan Raya saya kira sudah gundah dengan keadaan seperti ini. Karena mungkin tidak kurang dari 40 persen masyarakat kita sekarang bergantung dari sawit,” ujarnya.
TRK mengatakan, selama ini sektor sawit telah menjadi penopang ekonomi masyarakat di daerah tersebut. Karena itu, penurunan harga secara drastis dinilai sangat berdampak terhadap pendapatan warga, terlebih menjelang lebaran.
Baca juga: Diskominfo Nagan Raya Gelar Pembinaan Teknis Lanjutan EPSS untuk Tata Kelola Data Statistik Sektoral
Untuk menyikapi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dalam waktu dekat akan memanggil para pimpinan PKS yang beroperasi di daerah itu guna mencari penyebab turunnya harga sawit.
“Kita ingin tahu dulu apa penyebabnya bisa turun, dan tentu akan kita carikan solusi secara bersama-sama dengan pihak perusahaan,” katanya.
Ia berharap perusahaan sawit dapat mempertimbangkan kondisi masyarakat dan tidak menurunkan harga TBS secara sepihak menjelang hari raya.
“Kita berharap apa pun persoalannya, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas, menjelang lebaran ini saya berharap seluruh PMKS yang ada di Nagan tidak dulu menurunkan harga,” pungkas TRK.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/TRK-berbincang-dengan-Pemred-Serambi-Indonesia-2026.jpg)