Rabu, 3 Juni 2026

Berita Lhokseumawe

Haji Uma Evaluasi KEK Arun, Pantau Langsung Kondisi Kawasan Industri dan PAG

Berdasarkan hasil peninjauannya, masih terdapat sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok Staf Haji Uma
Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma, didampingi jajaran PT Perta Arun Gas saat meninjau fasilitas industri di kawasan KEK Arun Lhokseumawe, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Jumat (22/5/2026). 

“Kalau semua pelayanan dan kewenangan bisa terintegrasi di kawasan ini, tentu akan lebih memudahkan investor dan meningkatkan daya saing KEK Arun,” katanya.

Selain persoalan perizinan, Haji Uma juga menyoroti kondisi sejumlah aset peninggalan industri Arun yang kini berada dalam pengelolaan negara.

Berdasarkan hasil peninjauannya, masih terdapat sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menarik investor baru karena membutuhkan biaya tambahan untuk rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur.

“Saya melihat masih banyak aset yang kondisinya rusak dan terbengkalai. Ketika investor ingin memanfaatkan fasilitas tersebut, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan yang cukup besar untuk memperbaiki atau bahkan membangun kembali dari awal,” ujarnya.

Ia berharap adanya sinkronisasi kebijakan antar kementerian dan lembaga agar aset-aset strategis di kawasan KEK dapat segera direvitalisasi dan dimanfaatkan untuk mendukung investasi.

Sementara itu, Technical & Operation Director PAG, Agus Mukorobin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Haji Uma ke kawasan PAG dan KEK Arun.

Menurutnya, perhatian yang diberikan DPD RI diharapkan dapat membantu mencarikan solusi terhadap berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam pengembangan kawasan industri tersebut.

“Hari ini berbagai aspirasi telah kami sampaikan. Sebagai salah satu anggota KEK yang melanjutkan pengelolaan aset dan kawasan Arun di Lhokseumawe, kami berharap kunjungan ini dapat melahirkan solusi terbaik bagi perkembangan KEK dan PAG ke depan,” kata Agus.

Ia menjelaskan, PAG saat ini menjadi salah satu penggerak utama aktivitas industri di kawasan KEK Arun melalui pengelolaan infrastruktur energi, terminal, tangki penyimpanan, serta fasilitas pendukung lainnya.

Agus menambahkan, hingga saat ini PAG telah mempekerjakan sekitar 800 orang yang terdiri atas pekerja tetap, tenaga pengemudi, serta petugas pengamanan. Sebagian besar tenaga kerja tersebut merupakan masyarakat Aceh.

“Lebih dari 90 persen tenaga kerja kami berasal dari masyarakat lokal Aceh. Salah satu tujuan utama keberadaan PAG dan KEK Arun memang untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi kawasan serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Meski demikian, jumlah tenaga kerja yang dapat diserap di masa mendatang sangat bergantung pada masuknya investasi dan pembangunan industri baru di kawasan KEK Arun.

“Semakin banyak industri yang dibangun di kawasan ini, maka semakin besar pula peluang penyerapan tenaga kerja yang dapat dirasakan masyarakat,” katanya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved