Berita Aceh Utara
Puluhan Warga di Aceh Utara Masih Mengungsi Akibat Sumur Keluarkan Gas, Api
Sebanyak 20 rumah dengan sekitar 80 jiwa terdampak dan untuk sementara meninggalkan rumah mereka demi alasan keselamatan.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Desa Blang Reubek masih dilanda kepanikan setelah sumur bor mengeluarkan semburan gas dan api, menyebabkan sekitar 80 warga dari 20 rumah mengungsi sementara waktu.
- Sebagian warga mulai kembali ke rumah, namun sejumlah keluarga masih bertahan di pengungsian karena khawatir terjadi ledakan susulan dari lokasi sumur bor.
- Polisi, TNI, dan pemerintah setempat terus melakukan pengamanan dengan memasang garis polisi serta melarang warga mendekati lokasi sambil menunggu hasil pemeriksaan tim teknis.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Puluhan warga Desa Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, masih mengungsi hingga Sabtu (23/5/2026) setelah sebuah sumur bor di desa tersebut mengeluarkan semburan gas dan api yang memicu kepanikan masyarakat.
Sebanyak 20 rumah dengan sekitar 80 jiwa terdampak dan untuk sementara meninggalkan rumah mereka demi alasan keselamatan.
Namun, sebagian warga dilaporkan mulai kembali ke rumah masing-masing pada Sabtu sore.
Sementara sejumlah keluarga lainnya masih memilih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir terjadi ledakan susulan dari lokasi sumur yang mengeluarkan gas tersebut.
Keuchik Desa Blang Reubek, Zulkarnaini, kepada Serambinews.com, Sabtu (23/5/2206), mengatakan warga yang mengungsi tersebar di beberapa lokasi, terutama di rumah kerabat mereka di luar desa.
“Ada yang mengungsi ke rumah familinya di Kecamatan Tanah Luas, Syamtalira Aron, dan juga ada di kawasan Lhoksukon, tetapi bukan di Desa Blang Reubek,” ujar Zulkarnaini.
Baca juga: Larang Warga Dekati Sumur Bor Keluarkan Api dan Gas, Aparat Desa di Aceh Utara Pasang Spanduk
Menurutnya, sumur tersebut awalnya dibor untuk memenuhi kebutuhan air bagi areal persawahan masyarakat dan juga untuk kebutuhan air bersih warga.
Namun, saat proses pengeboran berlangsung, tiba-tiba muncul semburan gas bercampur lumpur yang kemudian memicu kobaran api.
Peristiwa itu membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi panik dan memilih mengungsi demi menghindari kemungkinan risiko yang lebih besar.
“Masih ada yang mengungsi untuk sementara waktu. Mereka khawatir akan ada ledakan susulan dari sumur itu,” katanya.
Meski menimbulkan kepanikan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi dan melarang warga mendekati area sumur.
Baca juga: Warga di Aceh Utara Digemparkan Semburan Api Saat Dini Hari dari Pengeboran Sumur
“Polisi sudah memasang police line sambil menunggu penanganan teknis dari pihak berwenang terkait sumber semburan gas tersebut,” ujar Zulkarnaini.
Langkah pengamanan juga melibatkan unsur TNI dan pemerintah kecamatan guna memastikan warga tetap berada pada jarak aman dari lokasi kejadian.
| Dua Penyelundup Solar Subsidi di Aceh Utara Dihukum 28 Bulan Penjara dan Denda, 3 Pelaku Masih Buron |
|
|---|
| Larang Warga Dekati Sumur Bor Keluarkan Api dan Gas, Aparat Desa di Aceh Utara Pasang Spanduk |
|
|---|
| Mahzar Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PPNI Aceh Utara, Begini Proses Musdanya |
|
|---|
| Kapolsek Bayu Iptu Hendra jadi Khatib Jumat, Kapolres Bersama KPA Santuni Yatim di Masjid Nurul Iman |
|
|---|
| Warga di Aceh Utara Digemparkan Semburan Api Saat Dini Hari dari Pengeboran Sumur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/semburan-gas-24052026.jpg)