Berita Lhokseumawe
Listrik Padam, Mahasiswa PJJ Unimal di Sumatera Kesulitan Belajar dari Rumah
Selain menambah biaya, kondisi tersebut juga menyulitkan mahasiswa untuk mengikuti jadwal perkuliahan yang telah ditentukan.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Faisal Zamzami
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada proses belajar mahasiswa program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Ketergantungan pada perangkat elektronik dan jaringan internet membuat mahasiswa kesulitan mengikuti perkuliahan hingga menyelesaikan tugas saat listrik padam.
Bagi mahasiswa PJJ, rumah menjadi ruang kuliah utama. Seluruh aktivitas akademik, mulai dari mengikuti perkuliahan daring, mengakses materi pembelajaran, berdiskusi dengan dosen, hingga mengerjakan ujian dilakukan secara online menggunakan laptop maupun telepon genggam.
Ketika listrik padam, aktivitas tersebut ikut terganggu. Perangkat elektronik tidak dapat digunakan secara optimal karena kehabisan daya, sementara jaringan internet berbasis Wi-Fi juga tidak berfungsi.
Kondisi ini berbeda dengan mahasiswa reguler yang tinggal di lingkungan kampus dan masih memiliki akses ke berbagai fasilitas pendukung. Sebaliknya, mahasiswa PJJ sangat bergantung pada ketersediaan listrik di rumah masing-masing.
Selama ini internet dianggap sebagai kebutuhan utama dalam pembelajaran daring. Namun, bagi mahasiswa PJJ, listrik memiliki peran yang sama pentingnya.
Tanpa pasokan listrik yang stabil, laptop tidak dapat digunakan, modem internet berhenti beroperasi, dan telepon genggam sulit diisi ulang saat baterai habis.
Akibatnya, banyak mahasiswa terpaksa mencari alternatif tempat belajar yang masih memiliki pasokan listrik, seperti warung kopi, pusat perbelanjaan, atau kantor pemerintahan.
Namun, pilihan tersebut tidak selalu mudah dijangkau, terutama bagi mahasiswa yang tinggal di daerah pedesaan atau wilayah yang jauh dari pusat kota.
Selain menambah biaya, kondisi tersebut juga menyulitkan mahasiswa untuk mengikuti jadwal perkuliahan yang telah ditentukan.
Dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan saat mengikuti kuliah daring, tetapi juga ketika mahasiswa menjalani ujian.
Juliana, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Politik di Universitas Malikussaleh, mengaku mengalami kesulitan saat mengerjakan Ujian Tengah Semester (UTS) akibat pemadaman listrik.
“Saya sendiri merasakan dampak dari padam listrik blackout ini karena terganggu dalam mengerjakan Ujian Tengah Semester,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Minggu (24/5/2026).
Baca juga: Padam Sejak Jumat Sore, Pasokan Listrik di Nagan Raya Sudah Kembali Normal
Menurut Juliana, pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba membuat mahasiswa sulit mengatur waktu belajar maupun menyelesaikan tugas akademik sesuai jadwal.
| Haji Uma Evaluasi KEK Arun, Pantau Langsung Kondisi Kawasan Industri dan PAG |
|
|---|
| SMPN 1 Lhokseumawe Sabet Empat Kategori Juara FLS3N |
|
|---|
| Cuaca di Lhokseumawe Terik, Ini Prediksi Cuaca Sebagian Aceh Hingga Tiga Hari Kedepan |
|
|---|
| Anna Miswar Kembali Nahkodai Pergunu Kota Lhokseumawe Periode 2026-2031 |
|
|---|
| HIMABIS Unimal Adakan Seminar Bisnis untuk Berwirausaha Mahasiswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Foto-ilustrasi-lampu-padam-akibat-blackout-di-Sumatera.jpg)