Wawancara Eksklusif
Nagan Bersiap Terima Investasi Rp 200 T
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh
Kalau investasi 200 triliun ini berjalan, akan menyerap tidak kurang dari 80.000 tenaga kerja. Bukan cuma dari Nagan Raya, dari seluruh Aceh yang memenuhi syarat bisa bekerja di Nagan Raya. Teuku Raja Keumangan, Bupati Nagan Raya
PENGANTAR - Kabupaten Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh. Investasi tersebut mencakup pengembangan industri pengolahan tembaga untuk bahan baku baterai mobil listrik, pembangunan kawasan industri seluas 5.000 hektare, pelabuhan internasional, hingga perluasan Bandara Cut Nyak Dhien.
Pemerintah Nagan Raya mengungkap kesepakatan investasi dengan perusahaan dalam negeri berstatus Tbk itu telah diteken dan dilegalisasi notaris, sementara proses eksplorasi tambang tembaga di Beutong Ateuh Banggalang mulai dipersiapkan.
Dalam kunjungannya ke Kantor Harian Serambi Indonesia pada Jumat (22/5/2026), Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan (TRK), turut didampingi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagan Raya, Arafik, beserta sejumlah stafnya.
Kunjungan tersebut disambut oleh Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia Zainal Arifin M. Nur, Wakil Pemimpin Perusahaan Firdaus Darwis, Manajer Promosi dan EO, Jafar dan Subur Dani.
Untuk mengetahui lebih rinci terkait perkembangan investasi besar di Nagan Raya, pembaca dapat menyaksikan wawancara eksklusif bersama Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan (TRK), dalam bentuk video di kanal Youtube Serambinews.com
Berikut juga disajikan petikan hasil wawancara yang disampaikan oleh Bupati Nagan Raya, kepada Pemred Serambi Indonesia Zainal Arifin M. Nur dan wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi serta Syamsul Azman:
Seperti apa rencana investasi di Nagan Raya?
Memang rencana investasi Rp 200 triliun ini, saya sudah menandatangani perjanjiannya, kesepakatan, bahwa ada perusahaan dalam negeri, perusahaan Tbk yang akan berkomitmen melakukan investasi di Nagan itu sampai dengan Rp 200 triliun. Jadi, secara bertahap.
Mereka akan mengeksploitasi sumber daya alam ini, terutama sekali tembaga yang ada di Nagan Raya. Nah, tembaga ini sebagai bahan baku baterai mobil listrik. Nanti diharapkan kalau ini betul-betul terwujud, tentu pertama sebagaimana saya sampaikan tadi, Rp 200 triliun ini akan dibangun kawasan industri di atas areal minimal 5.000 hektare dan lokasi kawasan industri sudah kita plot.
Kemudian akan dibangun pabrik-pabrik, termasuk itu pabrik pengolahan baterai mobil listrik, kemudian refinery sawit. Juga akan dibangun pelabuhan laut, pelabuhan internasional, kapasitas 100.000 ton lebih. Kemudian juga akan dibangun Bandara Cut Nyak Dhien. Tak hanya itu, dalam perjanjian investasi ini juga ada kesepakatan untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Agung Baitul A’la atau Masjid Giok di Ibu Kota Kabupaten Nagan Raya.
Dari seluruh investasi ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sampai 80.000 orang. Jadi ini kita berharap investasi ini betul-betul bisa berjalan dan terwujud di Kabupaten Nagan Raya.
Apakah sudah ada proses tanda tangan?
Sudah. Saya sudah tanda tangan. Dan sebenarnya bukan MoU ini, sudah masuk perjanjian. Kemudian didaftarkan dan dilegalisasi di notaris. Prosesnya penandatanganan kira-kira beberapa bulan yang lalu. Dan mereka saya pikir sangat serius ya. Mereka menyampaikan komitmennya, betul-betul dia akan mewujudkan tapi secara bertahap nanti sampai ke Rp 200 triliun investasi.
Apakah mereka juga menyampaikan kapan mulai melakukan kegiatan?
Mereka ini meminta atau bermohon kepada kita agar potensi tembaga di Beutong Ateuh Banggalang ini diberikan namanya IUP ke mereka, izin ke mereka. Dan ini Pak Gubernur sudah memberikan izin eksplorasi. Karena izin di bawah 5.000 kalau di Aceh ini kewenangan Gubernur. Kita di daerah kabupaten ini rekomendasi, mulai dari rekomendasi Keuchik, Camat, dan rekomendasi Bupati. Dan ini proses IUP sudah ada dua perusahaan ini.
Jadi mereka sebenarnya segera akan melakukan kegiatan eksplorasi, tapi ada sedikit riak-riak kecil di Beutong Ateuh sehingga ini ya kita apa namanya, kita selesaikan.
Apa imbauan dan harapan Bapak ke masyarakat terkait wacana investasi ini?
Kita berharap masyarakat Nagan Raya ini supaya memberikan dukungan kepada investasi yang akan masuk ke Nagan. Karena sebagaimana saya sampaikan tadi bahwa pembangunan ini hanya dapat kita lakukan apabila ada anggaran yang cukup. Sementara anggaran pemerintah dengan efisiensi ini sangat sedikit.
Jadi dengan masuknya investasi tentu mereka akan ikut membangun daerah. Kemudian juga kita di Aceh ini secara umum kan sektor riilnya kurang berjalan, industri enggak ada. Sehingga anak-anak kita yang kuliah di S1 dan setelah selesai kuliah ini enggak tahu mau kerja di mana, karena lapangan kerja enggak ada, enggak ada industri. Akhirnya berharap mungkin jadi pegawai negeri ya.
Kalau investasi 200 triliun ini berjalan di Nagan Raya—dan insyaallah berjalan—ini akan menyerap tidak kurang dari 80.000 tenaga kerja. Bukan cuma dari Nagan Raya saja. Jadi kabupaten tetangga, bahkan seluruh Aceh yang memenuhi syarat bisa bekerja di Nagan Raya.
Seperti apa pemerintah meyakinkan masyarakat terhadap investasi ini. Karena sejauh ini sudah ada gelombang penolakan dari masyarakat?
Sebenarnya secara spesifik, khusus Beutong Ateuh. Saya melihat Nagan ini, kalau cerita rusak hutan, rusak lingkungan, ini Beutong Ateuh akibat banjir besar kemarin sudah hancur. Empat desa itu, dua desa infrastrukturnya hancur total. Irigasi hancur, rumah-rumah masyarakat hancur. Sekarang lagi kita akan membangun 647 rumah di Beutong Ateuh.
Kemudian juga ada kegiatan-kegiatan tambang emas secara ilegal. Jadi saya berharap dengan jalannya investasi ini, secara legal ini, investor yang resmi ini, nanti setelah dia melakukan eksploitasi pengambilan sumber daya alam yang diperlukan seperti tembaga tadi, dia juga kita bisa perintahkan barangkali untuk memperbaiki yang rusak-rusak yang sekarang diambil dengan ekskavator itu.
Karena produksi tembaga ini itu dilakukan secara underground, secara di bawah tanah. Jadi enggak mengganggu bagian atas.
Jadi, intinya saya pikir yang penting niat kita membangun daerah, pemerintah harus siaplah. Pemerintah juga sudah membentuk tim. Semua akan kita hadapi. Nagan ini tidak boleh tertinggal, kita harus bangkit untuk membangun. Dan itu (penolakan) biasa, di mana-mana sekarang, karena ini negara demokrasi, orang bisa saja berbeda pendapat. Tapi yang penting sesuatu yang telah kita tetapkan menjadi kebijakan daerah, saya pikir kita jalankan saja.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Nagan-Bersiap-Terima-Investasi-Rp-200-T.jpg)