Rabu, 27 Mei 2026

Info Haji 2026

Rahasia dan Keagungan Haji Mabrur dan Hari Arafah Menurut Pimpinan KBIHU Raudhatul Qur’an Aceh Besar

Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang memiliki keistimewaan yang sangat besar. Allah mewajibkan ibadah haji...

Tayang:
Penulis: Jamaluddin | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/DOK KBIHU RAUDHATUL QUR’AN
FOTO BERSAMA - Pimpinan KBIHU Raudhatul Qur’an, Tungkop, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Abu Dr Tgk H Sulfanwandi Hasan MA, foto Bersama jamaah di kawasan Jarwal, Makkah, Arab Saudi, pada Senin (25/5/2026) waktu setempat. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jamaluddin I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang memiliki keistimewaan yang sangat besar. Allah mewajibkan ibadah haji bagi umat Islam sekali dalam seumur hidup.
Bila seseorang mempunyai kemudahan untuk melaksanakan haji lebih dari satu kali, maka itu sudah dianggap sebagai ibadah sunat.

Allah SWT berfirman:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا"

Artinya: "Dan kewajiban bagi manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah, bagi siapa saja yang mampu sampai kepadanya." (QS. Ali Imran: 97)

Berikut ini penjelasan Pimpinan Kelompok Belajar Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Raudhatul Qur’an, Tungkop, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Abu Dr Tgk H Sulfanwandi Hasan MA, tentang haji mabrur dan hari Arafah.

Pertama, Haji Mabrur
Menurut Tgk Sulfanwandi, para ulama salaf sudah banyak menceritakan tentang keagungan ibadah haji yang sangat luar biasa, banyak rahasia dalam perjalanan menuju baitullah tersebut.
Terlebih dari itu, sebut Tgk Sulfanwandi, ibadah haji memiliki peranan penting dalam mengisi spiritual jiwa umat Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

العُمرةُ إلى العُمرةِ كفَّارةٌ لِما بينَهُما والحجُّ المبرورُ ليسَ لَهُ جزاءٌ إلَّا الجنَّةُ

Artinya: "Perjalanan antara ibadah satu umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa. Haji mabrur tidak ada balasan kecuali surga." (HR. Bukhari Muslim)

Lebih lanjut, Tgk Sulfanwandi Tgk Sulfanwandi yang juga dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, ini menyatakan, para ulama salaf telah banyak menyampaikan tentang makna haji yang mabrur, dan amalan serta syarat-syarat mereka ketika melaksanakan haji yang merupakan penerapan dari makna-makna kelebihan haji dan sifat-sifat yang agung tersebut.

“Salah satu makna haji yang mabrur adalah melaksanakan segala ketaatan dan istiqamah dalam mengerjakan amal Kebajikan,” ujar abu alumnus Dayah Darussalam, Labuhan Haji, Aceh Selatan dan Dayah Budi, Lamno, Aceh Jaya, ini.

Dan, sungguh Allah SWT telah menjelaskan tentang istiqamah dalam mengerjakan amal kebajikan dalam firman-Nya:

لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْاۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ ۝١٧٧

Artinya: "Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 177)

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved