Rabu, 3 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Kadin Serahkan Kunci Rumah Bantuan untuk Korban Banjir di Pidie Jaya

“Kami kejar pembangunannya dari Idul Fitri, dengan harapan rumah ini bisa ditempati pada Hari Raya Idul Adha,” kata Iqbal kepada Serambi Indonesia.

Tayang:
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
RUMAH BANTUAN - Ketua Kadin Aceh, M Iqbal Piyeung bersama Khalid, Ketua Satgas Penangulangan Bencana Kadin Aceh foto bersama warga penerima rumah bantuan dari Kadin di Pidie Jaya, Selasa (26/5/2026). 
Ringkasan Berita:

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh 


SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH  — Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyerahkan kunci rumah bantuan secara simbolis kepada penyintas banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (26/5/2026).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Kadin Aceh, M. Iqbal Piyeung, bersama Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Kadin Aceh, Khalid, kepada para penerima manfaat.

Pada tahap pertama ini, Kadin Indonesia melalui Kadin Aceh membangun lima unit rumah tipe 36 plus dengan biaya sekitar Rp97 juta per unit.

Iqbal menyampaikan rasa syukur karena pembangunan rumah bantuan tersebut dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga segera dapat ditempati oleh korban banjir yang terjadi pada November 2025.

“Kami kejar pembangunannya dari Idul Fitri, dengan harapan rumah ini bisa ditempati pada Hari Raya Idul Adha,” kata Iqbal kepada Serambi Indonesia.

“Alhamdulillah target itu tercapai dan pada Hari Raya Idul Adha besok, masyarakat penerima manfaat sudah bisa menempati rumah baru,” lanjutnya.

Baca juga: Rumah Bantuan Kadin untuk Penyintas Banjir di Pidie Jaya Hampir Rampung, Begini Bentuknya

Iqbal juga berpesan agar para penerima manfaat menjaga dan merawat rumah bantuan tersebut agar dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik.

Selain itu, Kadin Aceh terus berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk melanjutkan pembangunan rumah bagi korban banjir. Salah satunya melalui dukungan dari Cancer Survivors Malaysia (CSM).

“Kami sudah membuat kerja sama dengan CSM Malaysia untuk membantu masyarakat Aceh mendapatkan hunian tetap. Mereka berkomitmen membangun 10 rumah, dengan prioritas anak yatim dan fakir miskin korban banjir,” jelasnya.

Sementara itu, Khalid menegaskan pentingnya pemanfaatan dana rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah dikucurkan Kementerian Dalam Negeri agar dapat digunakan untuk pembangunan kembali Aceh, termasuk penyediaan hunian tetap.

“Jika masyarakat korban tidak memiliki hunian tetap, akan berdampak pada hal lain. Dengan turunnya dana TKD kemarin, hunian tetap bisa dituntaskan secepatnya,” ujarnya.
 
 
 
 
 
 
 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved