Abdya
Plt Sekda Abdya: Idul Adha Mengajarkan Tentang Pengorbanan
Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Aceh Barat Daya (Abdya) Amrizal mengatakan, malam takbiran sesungguhnya mengajar tentang...
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Plt Sekda Abdya Amrizal mengatakan, malam takbiran sesungguhnya mengajar tentang pengorbanan—bahwa setiap manusia pada akhirnya akan diuji dengan sesuatu yang paling dicintainya.
- Ada orang yang diuji dengan harta, jabatan, keluarga, dan diuji dengan rasa kehilangan dan perpisahan.
- Karena itu, kata Amrizal, Idul Adha tidak boleh berhenti hanya pada penyembelihan hewan kurban.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Aceh Barat Daya (Abdya) Amrizal mengatakan, malam takbiran sesungguhnya mengajar tentang pengorbanan—bahwa setiap manusia pada akhirnya akan diuji dengan sesuatu yang paling dicintainya.
"Ada orang yang diuji dengan harta, jabatan, keluarga, dan diuji dengan rasa kehilangan dan perpisahan," kata Amrizal saat memberikan sambutan pada malam takbir Idul Adha 1447 Hijriah, di halaman Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Selasa malam (26/5/2026).
Karena itu, sebut Amrizal, Idul Adha tidak boleh berhenti hanya pada penyembelihan hewan kurban.
"Kalau hanya sekadar menyembelih kambing atau sapi, mungkin banyak orang mampu melakukannya. Tetapi yang lebih berat adalah menyembelih hawa nafsu dalam diri kita sendiri," ucapnya.
Selain itu, sambungnya, menyembelih kesombongan yang membuat diri merasa lebih tinggi dari orang lain, menyembelih amarah yang sering melukai saudara sendiri, menyembelih kebiasaan ghibah dan fitnah yang tanpa sadar mengiris hati sesama, serta menyembelih kecintaan berlebihan kepada dunia hingga lalai dari shalat, lalai dari Al-Quran, dan lalai dari mengingat Allah.
"Kadang-kadang kita terlalu sibuk mengejar kehidupan, tetapi lupa menyiapkan bekal untuk kematian. Kita terlalu sibuk mempercantik rumah, tetapi lupa memperbaiki hati. Kita terlalu mudah mengeluh tentang kekurangan dunia, padahal begitu banyak nikmat Allah yang belum kita syukuri," ungkap Amrizal.
Idul Adha Harus Melahirkan Kepedulian
Di malam yang penuh takbir ini, Amrizal mengajak semua pihak untuk mengingat saudara-saudara yang sedang diuji oleh kesedihan dan penderitaan.
Menurutnya, ada yang malam ini tidur dalam kelaparan, anak-anak yang kehilangan orang tua, keluarga yang hidup dalam kesulitan, bahkan mungkin masih ada tetangga yang menahan air mata karena himpitan hidup.
"Maka Idul Adha harus melahirkan kepedulian. Kurban bukan hanya tentang darah dan daging, tetapi tentang menghadirkan kasih sayang di tengah masyarakat, memastikan bahwa kebahagiaan hari raya juga dirasakan oleh mereka yang lemah dan membutuhkan," ucapnya.
Baca juga: Aboen Armisli Khatib Shalat Idul Adha di Masjid Agung Abdya
Amrizal mengajak untuk merenung tentang satu hal yang sering dilupakan, bahwa hidup ini pada akhirnya adalah perjalanan perpisahan.
"Hari ini kita berkumpul bersama keluarga dan orang-orang yang kita cintai, tetapi kita tidak pernah tahu siapa tahun depan masih dapat mendengar gema takbir bersama-sama," ujarnya.
"Mungkin malam ini masih ada ayah yang duduk di samping anaknya, ibu yang tersenyum menyambut keluarga di rumah. Namun waktu terus berjalan. Dan suatu hari nanti, kita semua akan dilepas, sebagaimana Ibrahim harus rela melepaskan Ismail," ujarnya.
Karena itu, Amrizal mengajak agar jangan menunda untuk berbuat baik. Peluk kedua orang tua selama mereka masih ada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Amrizal-berikan-sambutan-pada-malam-takbir-Idul-Adha-1447-Hijriah-2026.jpg)