Jumat, 29 Mei 2026

Berita Bener Meriah

Jalan Enang-Enang Masih Lumpuh

“Perbaikan jalan Enang-Enang bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.” SALWANI, Anggota DPRA

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews/IST
BERSIHKAN MATERIAL LONGSOR - Sebuah alat berat sedang membersihkan material longsor dan lumpur yang menutup kawasan Tajuk Enang-Enang, Bener Meriah, Selasa (26/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Jalan lintas Nasional Bireuen-Takengon, di kawasan Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, masih tertutup.
  • Lambannya respons pemerintah dalam melakukan perbaikan lantas membuat masyarakat bersama aparat TNI dari Koramil 04 Pintu Rime Gayo memilih turun ke jalan
  • potret buruk infrastruktur jalan tidak hanya terjadi di Enang-Enang. Di sepanjang jalur nasional menuju wilayah tengah Aceh

“Perbaikan jalan Enang-Enang bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.” SALWANI, Anggota DPRA

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Jalan lintas Nasional Bireuen-Takengon, di kawasan Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, masih tertutup. Belum ada upaya perbaikan, meski jalan tersebut mengalami rusak parah akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi enam bulan silam.

Lambannya respons pemerintah dalam melakukan perbaikan lantas membuat masyarakat bersama aparat TNI dari Koramil 04 Pintu Rime Gayo memilih turun ke jalan melakukan aksi swadaya. Mereka bergotong royong membersihkan material longsor dan lumpur yang menutup kawasan Tajuk Enang-Enang, Selasa (26/5/2026). 

Di bawah komando Danramil 04/PRG, Pelda Yulianto, personel TNI berkoordinasi dengan pemerintah desa dan warga setempat untuk melakukan penanganan seadanya. Babinsa Koramil 04/PRG, Kopka Supriatna, terlihat ikut berjibaku membersihkan sisa-sisa bencana hidrometeorologi yang sempat memutus total mobilitas antarkabupaten tersebut.

"Jalan lintas ini adalah urat nadi ekonomi bagi masyarakat Bener Meriah dan Bireuen, mesti ada jalan alternatif, tapi lumpuhnya jalan utama ini juga berdampak bagi kehidupan warga," ujar Pelda Yulianto.

Ia menegaskan, pembersihan swadaya ini dilakukan murni guna mengembalikan fungsi jalan sebagai akses vital distribusi kebutuhan pokok. Kopka Supriatna menambahkan, aksi ini adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI. 

Kondisi jalan Enang-Enang ini mendapat sorotan tajam dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Salwani. Ia mendesak pemerintah pusat maupun provinsi untuk tidak menutup mata dan segera memprioritaskan perbaikan permanen di jalur Enang-Enang.

"Kita tidak bisa terus-menerus membiarkan kondisi ini. Perbaikan jalur utama Enang-Enang adalah harga mati agar konektivitas wilayah tengah Aceh tidak lumpuh setiap kali hujan turun," kritiknya.

Menurut politisi asal Bener Meriah tersebut, aksi pembersihan darurat di lapangan memang sangat membantu untuk jangka pendek. Namun, masyarakat tidak bisa selamanya bertumpu pada aksi swadaya tanpa ada solusi jangka panjang dari pemerintah yang menjamin keselamatan pengguna jalan.

"Intinya, perbaikan jalan Enang-Enang bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan keamanan infrastruktur dan keberlangsungan hidup masyarakat," tambahnya.

Salwani membeberkan, potret buruk infrastruktur jalan tidak hanya terjadi di Enang-Enang. Di sepanjang jalur nasional menuju wilayah tengah Aceh, banyak titik yang terpantau kritis dan nyaris amblas. 

Bahkan, hingga saat ini pengendara masih dipaksa melewati dua jembatan darurat (bailey). Kondisi serupa juga terlihat di jalur alternatif lintas KKA yang dipenuhi lubang dan tanjakan curam yang rawan kecelakaan.(mi)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved