Banda Aceh
Untung dan Riska, Mahasiswa USK Aceh Juara di Ajang Nasional, Integrasikan AI dan Nilai-Nilai Islam
Dalam karyanya, mereka tidak hanya berbicara tentang kecanggihan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nur Nihayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dua mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) justru memilih jalur yang berbeda.
Dalam karyanya, mereka tidak hanya berbicara tentang kecanggihan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tetap berpihak pada nilai kemanusiaan dan moral.
Gagasan itulah yang mengantarkan Untung Surapati, mahasiswa Pendidikan Dokter, dan Riska Fadillah dari Program Studi Pendidikan Biologi, meraih Juara I Nasional pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) CSSMoRA ke-18 yang digelar Kementerian Agama RI di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Melalui karya berjudul "BioJustice AI", keduanya menawarkan konsep pengembangan kecerdasan buatan yang tidak hanya pintar, tetapi juga beretika.
Inovasi tersebut dirancang untuk membantu mendeteksi secara dini krisis kesehatan mental dan degradasi moral yang semakin banyak dihadapi generasi muda pada era digital.
Bagi Untung dan Riska, kemenangan ini bukan sekadar soal trofi atau pengakuan nasional. Di balik karya tersebut tersimpan kegelisahan mereka melihat perkembangan teknologi yang kerap melaju lebih cepat dibandingkan kesiapan manusia dalam mengelola dampaknya.
"Kami ingin menunjukkan bahwa AI bisa dikembangkan dengan pendekatan yang lebih humanis dan adil. Teknologi seharusnya tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan," ujar Untung.
Bersama tim dan para dosen pembimbing, mereka meramu konsep AI yang berlandaskan prinsip Maqashid Syariah, yakni perlindungan terhadap agama, jiwa, dan akal manusia. Menurut mereka, nilai-nilai tersebut dapat menjadi fondasi penting dalam pengembangan teknologi masa depan.
Prestasi ini mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa USK mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai yang mereka miliki.
"BioJustice AI bukan sekadar karya tulis. Ini adalah gagasan besar tentang bagaimana teknologi seharusnya melindungi manusia, bukan sebaliknya. Mahasiswa kita berhasil memadukan sains, teknologi, dan nilai-nilai spiritual dalam satu konsep yang relevan dengan kebutuhan masa depan," katanya.
Ajang CSSMoRA ke-18 yang dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA, diikuti delegasi perguruan tinggi terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Keberhasilan mahasiswa USK berdiri di podium tertinggi menjadi bukti bahwa gagasan-gagasan yang lahir dari Aceh mampu bersaing di tingkat nasional. Lebih dari itu, kemenangan tersebut menghadirkan harapan bahwa perkembangan teknologi di masa depan tetap berjalan seiring dengan nilai etika, moral, dan kemanusiaan.
Untung dan Riska berharap konsep BioJustice AI tidak berhenti sebagai karya ilmiah semata, melainkan dapat terus dikembangkan menjadi solusi nyata untuk membantu generasi muda menghadapi tantangan sosial dan kesehatan mental di era digital.(*)
| Pengrusakan & Pembakaran Fakultas Pertanian USK, 2 Mahasiswa Jadi Tersangka, 18 Saksi Diperiksa |
|
|---|
| Pasangan Nonmahram Digerebek Warga dalam Rusunawa di Banda Aceh |
|
|---|
| Polresta Banda Aceh Warning soal Karhutla: Laporkan Temuan Titik Api atau Pembakaran Lahan |
|
|---|
| Illiza Antar Kurban Pemko Banda Aceh untuk Korban Bencana Pidie Jaya |
|
|---|
| Sepasang Mahasiswa Ditetapkan Jadi Tersangka usai Ditangkap Satpol PP-WH Banda Aceh dari Dalam Mobil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mahasiswa-3105.jpg)