Berita Pidie
Pasar Grong-Grong Jorok
Pasar tradisional Grong-Grong di Kabupaten Pidie jorok dan kumuh. Tumpukan sampah dan genangan air bercampur lumpur di area pasar
Ringkasan Berita:
- Pasar tradisional Grong-Grong di Kabupaten Pidie jorok dan kumuh
- Tumpukan sampah dan genangan air bercampur lumpur di area pasar
- jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya aktivitas ekonomi yang terganggu, tetapi dapat memicu persoalan kesehatan lingkungan yang lebih luas
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pasar tradisional Grong-Grong di Kabupaten Pidie jorok dan kumuh. Tumpukan sampah dan genangan air bercampur lumpur di area pasar, sehingga sangat mengganggu aktivitas pedagang atau masyarakat yang setiap hari berbelanja di pasar dekat jalan nasional Banda Aceh-Medan itu.
Warga mengeluhkan bau busuk dari sampah dan genangan air limbah tergenang di lorong pertokoaan yang dilintas warga.
Direktur Aceh Sosial Development (ASD), Nasrul Sufi SSos MM kepada Serambi, Senin (1/6/2026), mengungkapkan, di lapangan ditemukan, akses jalan menuju pasar kini becek dan berlumpur.
Di lorong dipenuhi genangan air berubah berwarna hitam. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan sampah yang berserakan di sejumlah titik, sehingga menimbulkan kesan kumuh dan tidak tertata.
Tidak hanya itu, lingkungan pasar juga menebarkan bau busuk sehingga harus menutup hidung. Salah satu penyebabnya, diduga drainase di pasar tradisional Grong-Grong yang terletak di samping pedagang ikan dan pedagang ayam potong tidak berfungsi dengan baik.
Dampaknya, air limbah dan sisa aktivitas pedagang ikan dan ayam potong tidak bisa mengalir. Air limbah itu justru tergenang di sekitar area pasar. Di beberapa los juga terlihat sampah yang sudah lama tak di urus.
" Saya menilai kondisi tersebut merupakan bentuk defisit tata kelola ruang publik yang perlu segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan pihak dinas terkait," kata, Nasrul Sufi
Menurutnya, pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, namun juga sebagai ruang interaksi sosial yang menjadi denyut aktivitas kehidupan masyarakat.
" Pasar merupakan jantung ekonomi rakyat. Ketika sanitasi, kebersihan, dan drainase tidak berfungsi secara optimal, maka yang terjadi bukan hanya penurunan kenyamanan. Tapi, meningkatnya risiko kesehatan masyarakat hingga menurunnya kualitas pelayanan publik," katanya.
Ia menjelaskan, persoalan tersebut hendaknya tidak boleh dipandang sebagai masalah teknis semata. Sebab, dalam perspektif pembangunan sosial, kondisi pasar yang kumuh dapat mencerminkan lemahnya penerapan good governance, dalam pengelolaan fasilitas publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Menurut Nasrul Sufi, drainase yang tidak berfungsi di sekitar los ikan, ayam potong dan beberapa los lainnya, menunjukkan adanya persoalan yang harus segera dibenahi.
Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya aktivitas ekonomi yang terganggu, tetapi dapat memicu persoalan kesehatan lingkungan yang lebih luas.
Selain itu, berpotensi menjadi sumber penyakit berbasis lingkungan, yang tentunya dapat memengaruhi kenyamanan pengunjung dan pedagang. Situasi seperti itu berisiko menimbulkan social distrust atau menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik yang seharusnya mereka peroleh.
Untuk itu, sebutnya, Aceh Sosial Development mendorong Pemkab Pidie dan instansi terkait, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Pasar Grong-Grong, terutama pada sanitasi, perbaikan drainase, pengelolaan sampah dan penataan lingkungan pasar.
"Jangan sampai pasar yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat justru berubah menjadi sumber persoalan lingkungan dan kesehatan. Masyarakat tidak membutuhkan janji, melainkan tindakan nyata, agar Pasar Grong-Grong kembali menjadi pusat ekonomi rakyat yang bersih, sehat, dan bermartabat," tegas Nasrul Sufi.(naz)
Bahas dengan Forkopincam
Pasar Grong-Grong
Pasar Grong-Grong Jorok
sampah
Sampah Menumpuk
masalah sampah
Tumpukan Sampah
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Pasar Grong-Grong Dipenuhi Sampah Hingga Drainase Tersumbat, Warga Keluhkan Bau |
|
|---|
| Rp 25 Miliar APBG Diplotkan untuk Beli Sepmor Keuchik, Begini Penjelasan DPMG Pidie |
|
|---|
| Kuah Beulangong Semarakkan Penyembelihan 2 Ekor Sapi Kurban di Meunasah Gampong |
|
|---|
| Hari Kedua Idul Adha, Kakanwil Ditjenpas Aceh Sidak Lapas dan Rutan di Sigli |
|
|---|
| Bupati Sarjani Sembelih Secara Simbolis Hewan Kurban, PHBI Pidie Salur 23 Ekor Sapi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Air-limbah-berwarna-hitam-tergenang-di-lorong-di-Pasar-Grong-Grong.jpg)