Selasa, 2 Juni 2026

Migas Aceh

Dukung Mualem Soal Gas Andaman, Hasballah: Semua Stakeholder Aceh Harus Bersatu

Anggota Komisi III DPRA, Hasballah, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem yang meminta agar gas dari

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
DUKUNG MUALEM – Anggota Komisi III DPRA, Hasballah, mendukung penuh sikap Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem yang meminta agar gas dari WK South Andaman tidak langsung dialirkan ke Pulau Jawa, Selasa (2/6/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Anggota Komisi III DPRA, Hasballah, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem yang meminta agar gas dari Wilayah Kerja (WK) South Andaman tidak langsung dialirkan ke Pulau Jawa.

Menurutnya, gas tersebut sebaiknya diolah terlebih dahulu di Aceh agar manfaatnya dirasakan maksimal oleh masyarakat.

Hasballah menilai langkah yang diambil Mualem murni ditujukan untuk kesejahteraan rakyat Aceh di masa depan.

“Ya pasti kita mendukung penuh apa yang disampaikan oleh Mualem, dan itu murni demi kesejahteraan rakyat Aceh ke depan,” kata Hasballah kepada Serambinews.com, Senin (2/6/2026).

Ketua DPW PA Aceh Besar itu menegaskan seluruh stakeholder di Aceh, baik partai nasional maupun partai lokal harus bersatu mengadvokasi kepentingan daerah terkait pengelolaan gas Andaman.

Menurutnya, isu ini bukan semata soal energi, tetapi juga menyangkut kewenangan Aceh dalam mengelola sumber daya alamnya.

Baca juga: Dukung Mualem, Ketua DPRK Lhokseumawe : Gas Andaman Harus Dikelola di KEK Arun

“Harus advokasi bersama semua stakeholder, baik parnas maupun parlok. Ini soal kewenangan. Padahal Pemerintah Aceh sedang berusaha merevisi UUPA, kenapa Menteri ESDM tidak peka terhadap kebijakan ini,” ujarnya.

Hasballah juga mengungkapkan bahwa Komisi III DPRA telah lebih dulu menyampaikan aspirasi tersebut kepada Direktorat Jenderal Migas dalam pertemuan di Jakarta pada akhir 2025.

Lebih lanjut, ia meminta operator WK South Andaman, Mubadala Energy, membuka ruang dialog dengan Pemerintah Aceh dan masyarakat.

“Kita berharap Mubadala Energy agar duduk dan mendengarkan aspirasi masyarakat Aceh jika ingin bisnisnya berjalan lancar,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan agar gas dari WK South Andaman tidak seluruhnya dialirkan ke luar Aceh.

Ia mengingatkan agar Aceh tidak kembali mengalami kondisi seperti pada masa kejayaan gas Arun, ketika daerah penghasil belum memperoleh manfaat ekonomi yang sebanding dari kekayaan alamnya.

Mualem juga mendorong pembangunan fasilitas pengolahan gas di Aceh, khususnya di kawasan Arun, guna menciptakan lapangan kerja bagi generasi Aceh serta menggerakkan pertumbuhan industri berbasis gas di Tanah Rencong.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved