Selasa, 2 Juni 2026

Banda Aceh

BPS Catat Harga Barang dan Jasa di Aceh Naik 5,12 Persen dari Tahun Lalu

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Aceh mengalami inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 5,12 persen pada Mei 2026...

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/DOK BPS ACEH
ACEH ALAMI INFLASI – Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menyebut Aceh mengalami inflasi tahunan sebesar 5,12 persen pada Mei 2026. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Kantor BPS Aceh, Selasa (2/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • BPS mencatat Aceh mengalami inflasi tahunan sebesar 5,12 persen pada Mei 2026, dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar.
  • Inflasi dipicu kenaikan harga beras, emas perhiasan, nasi dengan lauk, rokok, dan tomat, sementara tarif air PAM serta bawang putih menjadi penyumbang deflasi.
  • Secara bulanan, inflasi Aceh mencapai 0,60 persen dengan inflasi tertinggi terjadi di Aceh Tengah dan Kota Banda Aceh.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Aceh mengalami inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 5,12 persen pada Mei 2026. Artinya, secara umum harga barang dan jasa di Tanah Rencong pada Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 5,12 persen di bandingkan Mei 2025 lalu. 

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan berdasarkan data inflasi menurut kelompok pengeluaran; bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan tertinggi, sebesar 2,59 persen.

“Di mana, pada Mei 2026, inflasi tahunan terutama didorong oleh beras, emas perhiasan, nasi dengan lauk, sigaret kretek mesin (SKM), dan tomat,” kata Agus dalam konferensi pers di Kantor BPS Aceh, Selasa (2/6/2026).

“Di sisi lain, terdapat komoditas yang memberikan pengaruh deflasi, di antaranya tarif air minum PAM, baju muslim wanita, bawang putih, tarif Sekolah Menengah Atas, dan tarif Sekolah Menengah Pertama,” lanjut dia.

Selain mencatat inflasi tahunan sebesar 5,12 persen, BPS juga merekam kenaikan inflasi bulanan Aceh pada Mei 2026 sebesar 0,60 persen.

Kenaikan harga pada bulan tersebut terutama juga dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,96 persen dan memberikan andil sebesar 0,37 persen terhadap inflasi.

Di mana, terdapat beberapa komoditas yang mempengaruhi inflasi bulanan, yaitu tomat, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan nasi dengan lauk.

“Sementara itu, juga terdapat komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan yaitu daging ayam ras, ikan tongkol, ikan dencis, emas perhiasan, dan telur ayam ras,” ujarnya.

Baca juga: Setahun Terakhir BPS Catat Kemiskinan di Aceh Timur Turun 2 Persen

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, bahwa penghitungan inflasi Aceh dilakukan berdasarkan data dari lima daerah, yakni Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, Meulaboh, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Secara tahunan, seluruh daerah tersebut mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,09 persen dan terendah di Meulaboh sebesar 3,99 persen.

“Secara bulanan juga terjadi inflasi di seluruh wilayah penghitungan inflasi. Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh, yakni sebesar 0,93 persen, sedangkan paling rendah terdapat di Kota Lhokseumawe sebesar 0,03 persen,” pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved