Aceh Selatan
Panglima Laot Aceh Selatan Minta Pengembangan Pelabuhan Sawang Ba'u Jadi Prioritas Pemerintah Aceh
Lembaga Hukum Adat Laot (LHAL) Panglima Laot Kabupaten Aceh Selatan secara resmi mengajukan permohonan kepada Pemerintah Aceh..
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Lembaga Hukum Adat Laot Kabupaten Aceh Selatan meminta Pemerintah Aceh segera merealisasikan pengembangan Pelabuhan Perikanan Sawang Ba'u.
- Hal ini karena kapasitas pelabuhan dinilai sudah tidak mampu menampung aktivitas nelayan yang terus meningkat.
- Dikatakan kondisi pelabuhan yang sempit membuat kapal nelayan sering berdesakan saat bersandar dan berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran, terutama pada musim puncak perikanan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Lembaga Hukum Adat Laot (LHAL) Panglima Laot Kabupaten Aceh Selatan secara resmi mengajukan permohonan kepada Pemerintah Aceh untuk segera merealisasikan pengembangan Pelabuhan Perikanan Sawang Ba'u di Kabupaten Aceh Selatan.
Permohonan tersebut disampaikan melalui surat Nomor 04/PL-AS/P/V/2026 tertanggal 5 Mei 2026 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh.
Dalam surat yang ditandatangani Panglima Laot Aceh Selatan, Muhammad Jabal, disebutkan bahwa Pelabuhan Sawang Ba'u saat ini sudah tidak lagi mampu menampung aktivitas perikanan yang terus berkembang.
Peningkatan jumlah armada penangkapan ikan dan aktivitas bongkar muat menyebabkan kapasitas pelabuhan semakin terbatas.
"Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan. Area tambat labuh yang semakin sempit membuat kapal-kapal sering berdesakan saat bersandar maupun keluar masuk pelabuhan," ujar Muhammad Jabal, dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut kerap menimbulkan ketidaknyamanan dan berpotensi mengganggu keselamatan aktivitas pelayaran nelayan, terutama pada musim puncak perikanan dan hari-hari besar keagamaan.
Panglima Laot Aceh Selatan menilai pengembangan pelabuhan sudah menjadi kebutuhan mendesak mengingat Pelabuhan Sawang Ba'u merupakan salah satu pelabuhan bongkar muat ikan terbesar dan tersibuk di kawasan Barat Selatan Aceh.
Baca juga: Polres Aceh Selatan Selesaikan Perkara KDRT Melalui Restorative Justice
Selain menjadi pusat aktivitas perikanan, pelabuhan tersebut juga berkontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan serta menjadi sumber penghidupan bagi ribuan masyarakat pesisir yang bergantung pada usaha penangkapan ikan.
Muhammad Jabal mengungkapkan bahwa permohonan pengembangan Pelabuhan Sawang Ba'u telah mendapat respons positif dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Safrizal, S.STP., M.Ec.Dev.
"Alhamdulillah, berdasarkan komunikasi yang kami lakukan, Pelabuhan Sawang Ba'u Aceh Selatan menjadi salah satu prioritas yang diharapkan dapat memperoleh dukungan anggaran untuk rehabilitasi maupun revitalisasi fasilitas pelabuhan," kata Jabal.
Meski demikian, ia berharap adanya dukungan dan pengawalan dari anggota DPRA Daerah Pemilihan (Dapil) 9 Aceh agar program pengembangan pelabuhan tersebut dapat direalisasikan dalam penganggaran Pemerintah Aceh.
"Kami berharap seluruh pihak, terutama para wakil rakyat dari Dapil 9 Aceh, dapat ikut memperjuangkan pengembangan Pelabuhan Sawang Ba'u. Infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan Aceh Selatan," pungkasnya.
Surat permohonan tersebut juga ditembuskan kepada Panglima Laot Aceh dan anggota DPRA Dapil 9 Aceh sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur perikanan yang dinilai strategis bagi perekonomian daerah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pelabuhan-Perikanan-Sawang-Bau-Kecamatan-Sawang-Asel.jpg)