Aceh Singkil
Usai Terjun Bebas, Harga Sawit Naik di Aceh Singkil, Pupuk Masih Melambung
"Harga naik, mohon jaga kualitas buah," kata Anto pengepul sawit UD Ram Alwi Hutabarat di kawasan Singkil Utara.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
"Harga naik, mohon jaga kualitas buah," kata Anto pengepul sawit UD Ram Alwi Hutabarat di kawasan Singkil Utara.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit naik merata di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (3/6/2026).
Setelah sebelumnya sempat terjun bebas hingga dibawah Rp 2 ribu per kilogram di tingkat petani.
Di Kecamatan Singkil dan Kecamatan Singkil Utara, TBS kelapa sawit Rp 2.450 naik Rp 450 dari sebelumnya Rp 2.000 per kilogram.
"Harga naik, mohon jaga kualitas buah," kata Anto pengepul sawit UD Ram Alwi Hutabarat di kawasan Singkil Utara.
Sementara di wilayah Kecamatan Suro Makmur dan Gunung Meriah, harga sawit bertengger pada posisi Rp 2.470 per kilogram di tingkat petani.
Baca juga: 1.700 Hektare Sawah Terselamatkan, Pemkab Aceh Selatan Tuntaskan Normalisasi Irigasi Gunung Pudung
Diketahui harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terjun bebas di Kabupaten Aceh Singkil, sejak 20 Mei 2026 lalu.
Dari Rp 2.700 per kilogram menjadi Rp 1.980 per kilogram di tingkat petani.
Sementara itu harga pupuk dan herbisida di Kabupaten Aceh Singkil, masih melambung tinggi.
Padahal pupuk dan herbisida merupakan biaya paling besar yang dikeluarkan petani dalam perawatan atau pemiliharan kebun kelapa sawit.
Pupuk KCL Meroke Rp 470 ribu naik Rp 20 ribu dari sebelumnya Rp 450 ribu per zak kemasan 50 kilogram.
Kenaikan tertinggi pada jenis pupuk Nitrea dengan kandungan Nitrogen 46 persen.
Dari sebelumya Rp 420 ribu per zak, naik Rp 130 ribu menjadi Rp 550 ribu untuk yang halus.
Sedangkan nitrea berbentuk butiran putih (prill/granul) naik Rp 50 ribu dari tadinya Rp 600 ribu menjadi Rp 650 ribu per zak kemasan 50 kilogram.
Selain pupuk, herbisida atau racun rumput juga alami kenaikan antara Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu per liter.
Sawit merupakan komoditas andalan Aceh Singkil. Tak mengheranakan jika 70 persen lebih penduduk Aceh Singkil, andalkan hidup dari kelapa sawit.
Mulai dari pemilik kebun, pemanen, tukang babat rumput hingga penyedia jasa angkutan.
Sehingga turunya harga sawit saat pupuk tinggi, berdampak pada ekonomi masyarakat Aceh Singkil.
Berdasarkan catatan Kabupaten Aceh Singkil, menempati urutan nomor 2 sebagai daerah dengan kebun sawit terluas di Aceh.
Rincinya luas perkebunan kelapa sawit milik perusahaan pemegang hak guna usaha (HGU) 44.483,12 Ha.
Sementara luas kebun sawit rakyat mencapai 31.351 Ha.(*)
| Malam Ini Aceh Singkil Cerah, Gelombang Laut 1,6 Meter |
|
|---|
| Pilchiksung di Kota Subulussalam Ditargetkan Digelar Agustus |
|
|---|
| Tahun Ini Dibangun Kampung Nelayan di Aceh Singkil |
|
|---|
| Plt Kepala UPTD SDN Situban Makmur Terpilih Jadi Ketua PGRI Kabupaten Aceh Singkil |
|
|---|
| Sempat Terpuruk, Harga Cabai di Petani Aceh Singkil Naik Jadi Rp 30 Ribu Per Kg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kebun-sawit-0306.jpg)