Kamis, 4 Juni 2026

Feature

Wariskan Gagasan Jaga Aceh Mulia, Kapolda Luncurkan Buku "Polda Aceh Meutuah"

Buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup putra asal Tangse, Kabupaten Pidie, sejak masa kecil hingga menjadi pimpinan tertinggi Polda Aceh

Tayang: | Diperbarui:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI KAMIS 20260604 

Menurutnya, buku karya Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi itu bukan sekadar karya tulis yang mendokumentasikan perjalanan dan gagasan seorang pemimpin, tetapi juga memuat nilai-nilai yang dapat menjadi referensi bagi generasi masa kini dan masa mendatang.

Atas nama Pemerintah Aceh, M. Nasir menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku tersebut. Ia menilai konsep Polda Aceh Meutuah mencerminkan visi kepolisian yang tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan pengayom masyarakat dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan.

“Kami memahami bahwa konsep Polda Aceh Meutuah mencerminkan visi kepolisian yang tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai mitra dan pengayom masyarakat dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan,” katanya.

Lebih lanjut, M. Nasir mengaku memperoleh banyak pelajaran dan pandangan baru dari berbagai pertemuannya dengan Kapolda Aceh. Menurut dia, pembahasan yang dilakukan tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan, tetapi juga menyentuh aspek etika dan moral dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Beberapa momentum saya bertemu dengan Pak Kapolda, kita tidak pernah membicarakan kasus, tapi selalu beliau menyampaikan sesuatu yang baru kepada saya. Saya banyak mendapat nasihat-nasihat pemerintahan, bagaimana bersikap etik, moral dalam menghadapi kawan, bukan kawan, atau orang lain di dalam mengarungi pemerintahan ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti makna filosofis kata “meutuah” yang menjadi identitas dalam konsep tersebut. Dalam khazanah budaya Aceh, kata itu tidak hanya bermakna mulia atau beruntung, tetapi juga mengandung nilai keberkahan, kemanfaatan, dan kehormatan.

“Ketika istilah tersebut dilekatkan pada institusi kepolisian, maka harapan yang ingin diwujudkan adalah hadirnya kepolisian yang profesional, humanis, dipercaya masyarakat, serta membawa manfaat yang luas bagi daerah dan bangsa,” tutur M. Nasir.(ra)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved