Berita Aceh Barat
Karhutla Aceh Barat Capai 24,1 Hektare, BPBD Terus Lakukan Pemadaman
Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Sabtu (6/6/2026) mengatakan kebakaran lahan yang terjadi sejak akhir Mei lalu masih menyisakan
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- BPBD Aceh Barat terus memadamkan karhutla yang terjadi sejak 30 Mei 2026.
- Sekitar 80 persen kebakaran di Kecamatan Bubon telah berhasil ditangani.
- Upaya pemadaman melibatkan BPBD, TNI, Polri, Damkar, KPH IV, Universitas Teuku Umar, dan masyarakat. Kendala utama di lapangan adalah asap tebal serta akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dilalui kendaraan.
Laparan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat hingga Sabtu (6/6/2026) sore.
Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Sabtu (6/6/2026) mengatakan kebakaran lahan yang terjadi sejak akhir Mei lalu masih menyisakan beberapa titik api yang berpotensi menjalar.
Terutama di Kecamatan Bubon.
"Tim gabungan masih terus melakukan pemadaman dan pemantauan di sejumlah lokasi yang terdampak karhutla," kata Teuku Ronal Nehdiansyah.
Berdasarkan data BPBD Aceh Barat, lokasi penyebaran kebakaran meliputi Kecamatan Bubon di Gampong Berawang dan Kuta Padang Layung, Kecamatan Johan Pahlawan di Gampong Lapang dan Seunebok, Kecamatan Arongan Lambalek di Gampong Gunong Pulo, serta Gampong Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo.
Karhutla pertama kali teridentifikasi pada Sabtu, 30 Mei 2026, di Kecamatan Bubon.
Baca juga: Brimob Batalyon C Pelopor Turun Tangan Padamkan Karhutla di Nagan Raya
Sehari kemudian, BPBD menerima laporan kebakaran lahan di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan.
Pada 1 Juni 2026, titik api kembali muncul di Gampong Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek.
Kemudian pada 2 Juni, kebakaran dilaporkan terjadi di Gampong Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo, dan pada 3 Juni muncul titik api di Gampong Seunebok.
Sejak awal kejadian, BPBD Aceh Barat bersama unsur TNI, Polri, pemadam kebakaran, dan masyarakat terus melakukan penanganan.
Pada 1 Juni lalu, BPBD mengerahkan 16 personel dari Mako BPBD dan lima personel Pos Damkar Woyla untuk melakukan pemadaman di dua titik lokasi.
Selain pemadaman darat, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan karhutla di Aceh Barat.
Baca juga: Kapolres Abdya Ingatkan Bahaya Karhutla, Warga Diminta Tidak Main Api Saat Membuka Lahan Pertanian
Kegiatan OMC mulai dilaksanakan pada Sabtu (6/6/2026).
Sementara itu, rencana pemadaman melalui udara menggunakan helikopter water bombing masih tertunda akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung serta faktor keselamatan penerbangan dari Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Aceh Barat.
| TK Bungong Jeumpa Aceh Barat Gelar Pentas Seni dan Lepas Anak-anak ke Jenjang SD/MI |
|
|---|
| Tarmizi Temui Panglima Kopassus, Bahas Pembangunan Irigasi Lhok Guci |
|
|---|
| Aceh Barat Kembali Raih Opini WTP, Pertahankan Prestasi 12 Tahun Berturut-turut |
|
|---|
| MA Ruhul Qurani Harumkan Nama Aceh Barat di Seleksi USK 2026, 8 Siswa Lulus Jalur Talenta |
|
|---|
| Nilai Keterbukaan Informasi Aceh Barat Menurun, KIA Dorong Perbaikan Pengelolaan PPID |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/karhutla-06062026.jpg)