Minggu, 7 Juni 2026

Berita Aceh Barat

4 Kecamatan Terdampak Karhutla di Aceh Barat, Api Sudah Lahap 24,1 Ha Lahan

Karhutla di Aceh Barat terus meluas dengan total lahan terbakar mencapai 24,1 Ha, didominasi di Kecamatan Bubon.

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Saifullah
SERAMBI/HO
PENANGANAN KARHUTLA - Petugas gabungan dari BPBD Aceh Barat, TNI, Polri, dan masyarakat, melakukan penyiraman untuk memadamkan titik api yang masih tersisa di lahan terbakar kawasan Gampong Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon, Aceh Barat, Sabtu (6/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Karhutla di Aceh Barat terus meluas dengan total lahan terbakar mencapai 24,1 hektare, didominasi di Kecamatan Bubon yang masih menyisakan sejumlah titik api.
  • BPBD bersama TNI, Polri, Damkar, dan masyarakat terus melakukan pemadaman, sementara Operasi Modifikasi Cuaca telah dimulai untuk membantu penanganan.
  • Asap tebal dan sulitnya akses menjadi kendala utama, sedangkan rencana water bombing masih tertunda akibat cuaca dan faktor keselamatan penerbangan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi pada sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat hingga Sabtu (6/6/2026) sore.

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah mengatakan, kebakaran lahan yang terjadi sejak akhir Mei 2026 lalu itu, masih menyisakan beberapa titik api yang berpotensi menjalar, terutama di Kecamatan Bubon.

"Tim gabungan masih terus melakukan pemadaman dan pemantauan di sejumlah lokasi yang terdampak karhutla," kata Teuku Ronal Nehdiansyah, Sabtu (6/6/2026).

Berdasarkan data BPBD Aceh Barat, lokasi penyebaran kebakaran meliputi Kecamatan Bubon, tepatnya di Gampong Berawang dan Kuta Padang Layung.

Kemudian, di Kecamatan Johan Pahlawan meliputi Gampong Lapang dan Seunebok.

Lalu, Kecamatan Arongan Lambalek di Gampong Gunong Pulo, serta Gampong Ujong Tanoh Darat di Kecamatan Meureubo.

Baca juga: Brimob Batalyon C Pelopor Turun Tangan Padamkan Karhutla di Nagan Raya

Ia mengungkapkan, karhutla pertama kali teridentifikasi pada Sabtu, 30 Mei 2026, di Kecamatan Bubon. 

Sehari kemudian, BPBD menerima laporan kebakaran lahan di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan. 

Pada 1 Juni 2026, titik api kembali muncul di Gampong Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek. 

Kemudian pada 2 Juni, kebakaran dilaporkan terjadi di Gampong Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo.

“Dan pada 3 Juni, muncul titik api di Gampong Seunebok,” beber Teuku Ronal Nehdiansyah.

Sejak awal kejadian, BPBD Aceh Barat bersama unsur TNI, Polri, pemadam kebakaran (Damkar), dan masyarakat, terus melakukan penanganan. 

Pada 1 Juni lalu, BPBD mengerahkan 16 personel dari Mako BPBD dan lima personel Pos Damkar Woyla untuk melakukan pemadaman di dua titik lokasi.

Baca juga: Lima Kabupaten Dilanda Karhutla, Polda Aceh Buru Pelaku Pembakaran 

Selain pemadaman darat, Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan karhutla di Aceh Barat

Kegiatan OMC mulai dilaksanakan pada Sabtu (6/6/2026).

Heli Water Bombing

Sementara itu, rencana pemadaman melalui udara menggunakan helikopter water bombing masih tertunda.

Penundaan tersebut akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung serta faktor keselamatan penerbangan dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) menuju Aceh Barat.

Hingga Sabtu sore pukul 17.00 WIB, total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 24,1 hektare. 

Rincian area terdampak karhutla yakni: 

  • Kecamatan Bubon seluas 20 hektare
  • Kecamatan Johan Pahlawan 1,5 hektare
  • Kecamatan Arongan Lambalek 1 hektare
  • Kecamatan Meureubo 1,6 hektare

Dari total luas lahan terdampak tersebut, sekitar 16 hektare atau 80 persen kebakaran di Kecamatan Bubon, telah berhasil ditangani. 

Sedangkan kebakaran di Kecamatan Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo, telah berhasil dipadamkan seluruhnya.

Saat ini, BPBD Aceh Barat mengoperasikan tiga unit mesin pompa air pada tiga titik lokasi kebakaran. 

Tim TNI dan Polres Aceh Barat juga membantu pemadaman menggunakan satu unit mesin pompa air di lokasi lain.

Meski kondisi karhutla di Kecamatan Bubon dinilai sudah cukup terkendali, sejumlah titik masih mengeluarkan asap dan api kecil sehingga terus dipantau untuk mencegah kebakaran meluas kembali.

Karhutla tersebut menyebabkan kerusakan vegetasi tanaman, menimbulkan asap yang mengganggu pernapasan masyarakat, serta berpotensi meluas jika tidak segera ditangani. 

Kendala yang dihadapi petugas di lapangan antara lain asap tebal yang membatasi jarak pandang serta akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dilalui kendaraan roda empat.

Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Aceh Barat, Kodim Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil, Polsek setempat, KPH IV, UKM PK Universitas Teuku Umar, serta masyarakat sekitar.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved