Senin, 8 Juni 2026

Berita Aceh Utara

Penyintas Banjir di Langkahan Berharap Pemerintah Segera Bangun Hunian Tetap

Hingga kini warga masih menunggu langkah konkret berupa perbaikan huntara yang rusak maupun pembangunan hunian tetap yang telah dijanjikan.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
Keuchik Desa Rumoh Rayeuk Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara, Akthailah 

Ringkasan Berita:
  • Penyintas banjir di Desa Rumoh Rayeuk mendesak pembangunan hunian tetap (huntap) segera direalisasikan.
  • Puluhan unit hunian sementara (huntara) mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang.
  • Sebanyak 365 kepala keluarga masih bergantung pada huntara dan sebagian terpaksa mengungsi kembali
  • Pemerintah daerah telah meninjau lokasi namun warga masih menunggu langkah konkret pembangunan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Penyintas banjir yang masih menempati hunian sementara (huntara) di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan hunian tetap (huntap).

Harapan tersebut semakin menguat setelah puluhan unit huntara yang mereka tempati mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

Keuchik Desa Rumoh Rayeuk, Akthailah, kepada Serambinews.com, Minggu (7/6/2026), mengatakan musibah angin kencang yang terjadi dua hari lalu semakin memperparah kondisi warga yang sebelumnya telah menjadi korban banjir besar pada akhir 2025.

“Setelah banjir, masyarakat tinggal di huntara. Namun, dua hari lalu huntara yang mereka tempati kembali rusak akibat angin kencang. Ada sekitar 11 unit yang mengalami kerusakan berat dan sejumlah lainnya rusak sedang,” ujar Akthailah saat ditemui di lokasi, Sabtu (6/6/2026).

Desa Rumoh Rayeuk merupakan salah satu kawasan yang terdampak paling parah saat banjir melanda Kecamatan Langkahan pada akhir tahun lalu. Sebagian besar warga yang rumahnya rusak atau hanyut direlokasi sementara ke sejumlah huntara yang dibangun pemerintah dan lembaga terkait.

Baca juga: Kepala Posko PRR Aceh Turun ke Langkahan, Pastikan Huntara Penyintas Banjir Segera Diperbaiki

Menurut Akthailah, di desanya terdapat lima titik huntara. Dua titik dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Balai Cipta Karya, sedangkan tiga titik lainnya dibangun oleh BNPB.

Dari lima titik tersebut, empat lokasi terdampak angin kencang, yakni titik satu, dua, empat, dan lima. Kerusakan paling parah terjadi di titik lima.

“Di titik lima ada bangunan yang hancur total. Material bangunan bahkan diterbangkan angin dan jatuh menimpa huntara lainnya. Kondisi ini membuat warga takut menempati bangunan yang tersisa karena khawatir roboh sewaktu-waktu,” katanya.

Akibat kerusakan tersebut, ratusan warga kembali kehilangan tempat tinggal. Sebagian besar terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun tetangga sambil menunggu adanya perbaikan huntara.

Saat ini terdapat sekitar 365 kepala keluarga yang masih bergantung pada hunian sementara. Sementara warga yang huntaranya mengalami kerusakan berat terpaksa mencari tempat berlindung di rumah keluarga maupun warga sekitar.

“Trauma masyarakat tentu bertambah. Belum lama pulih dari banjir, sekarang harus menghadapi musibah angin kencang. Banyak yang terpaksa mengungsi lagi karena tempat tinggal sementaranya rusak,” ujarnya.

Baca juga: Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang

Meski demikian, Akthailah mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dan instansi terkait yang langsung turun ke lokasi setelah kejadian.

Menurutnya, sejumlah pejabat telah melakukan peninjauan, termasuk perwakilan BNPB, Sekretaris Daerah Aceh Utara, serta Bupati Aceh Utara yang melihat langsung kondisi warga dan kerusakan huntara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved