Senin, 8 Juni 2026

Dapur MBG Tutup Operasional

27 Dapur MBG di Aceh Besar Berhenti Operasional, Sejumlah Pekerja SPPG Terpaksa Dirumahkan

Sebanyak 27 SPPG atau Dapur MBG di Aceh Besar terpaksa menghentikan operasional akibat belum cairnya dana operasional dari BGN Pusat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nur Nihayati
Istimewa
PEKERJA DAPUR MBG - Pegawai SPPG sedang menyiapakn Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Besar terpaksa menghentikan operasional akibat belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, Senin (8/6/2026). 

27 Dapur MBG di Aceh Besar Berhenti Operasional, Sejumlah Pekerja SPPG Terpaksa Dirumahkan

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Sebanyak 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Besar terpaksa menghentikan operasional akibat belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.

Penghentian operasional 27 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Besar pun memunculkan dampak ekonomi yang lebih luas.

Tidak hanya mengganggu penyaluran makanan kepada siswa penerima manfaat, kondisi tersebut juga menyebabkan sejumlah pekerja dan relawan di SPPG terpaksa menghentikan aktivitas kerja untuk sementara waktu.

Koordinator Wilayah SPPG Aceh Besar, Feisal Akbar, mengatakan hingga Senin (8/6/2026), terdapat 27 dapur MBG yang belum dapat beroperasi karena dana virtual account (VA) dari pusat belum diterima.

"Per hari ini yang tidak operasional karena belum masuk dana virtual account (VA) dari pusat ada 27 SPPG," kata Feisal, Senin (8/6/2026), dilansir dari Kompas.com.

Menurut Feisal, jumlah tersebut diperoleh berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pihaknya di lapangan.

Dari total 60 SPPG yang telah berdiri di Aceh Besar, sebanyak enam unit lainnya masih berada dalam tahap penyelesaian administrasi.

Ia berharap proses pencairan dana dapat segera dilakukan sehingga seluruh dapur MBG kembali beroperasi normal dalam waktu dekat.

"Semoga dananya segera cair, perkiraan dalam minggu ini supaya bisa beroperasi normal kembali ya," ujarnya.

Feisal menjelaskan, dampak penghentian operasional 27 dapur SPPG ini tidak hanya dirasakan oleh sekolah dan siswa yang untuk sementara tidak menerima layanan MBG.

Aktivitas para relawan dan pekerja dapur juga ikut terhenti karena tidak adanya kegiatan produksi makanan yang dapat dijalankan.

Kondisi tersebut membuat sebagian tenaga pendukung program harus menunggu kepastian pencairan dana sebelum kembali bekerja.

Selain berdampak pada tenaga kerja, penghentian operasional puluhan dapur MBG juga memengaruhi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi pemasok bahan baku program tersebut.

Pasokan bahan pangan yang seharusnya didistribusikan ke dapur-dapur MBG kini tertahan akibat berkurangnya aktivitas produksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved