Selasa, 9 Juni 2026

Berita Pidie

Dai Terkenal Ustaz Amri dan Konselor Aceh Bunda Hetti Kupas Soal Nikah Muda, Digelar Pemas

Kedua narasumber tersebut memberikan pembekalan peserta mengenai kesiapan mental, spiritual,

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
BIMBINGAN - Kegiatan ini dilakukan oleh PEMAS ( Pemuda Mesjid ) Al Falah Sigli kegiatan yang sangat menarik ini menghadirkan Konselor Aceh Bunda Hetti Zuliani, Ph.D, CHt, CI yang juga Dosen Konseling Universitars Syiah Kuala Banda Aceh Sabtu (6/6/2026). 

Kedua narasumber tersebut memberikan pembekalan peserta mengenai kesiapan mental, spiritual,

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Ratusan generasi muda (Gen Z), pasangan pranikah, hingga pasangan suami istri mengikuti kegiatan Spirit Time bertema “Nikah Muda: Membangun Fondasi Sebelum Resepsi” yang digelar Pemuda Masjid Agung Al-Falah (PEMAS) Pidie di Aula Deha Cafe, Sigli, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan ini dilakukan oleh PEMAS ( Pemuda Mesjid ) Al Falah Sigli kegiatan yang sangat menarik ini menghadirkan Konselor Aceh Bunda Hetti Zuliani, Ph.D, CHt, CI yang juga Dosen Konseling Universitars Syiah Kuala Banda Aceh. 

Bunda Hetti yang sehari hari juga sangat aktif dalam kegiatan edukasi permasalahan sosial di tengah tengah masyarakat. 

Program kegiatan pemuda mesjid ini juga menghadirkan Ulama Muda Aceh sekaligus intelektual Aceh Ustadz Dr. Amri Fatmi Anzis, Lc., MA.

Kedua narasumber tersebut memberikan pembekalan peserta mengenai kesiapan mental, spiritual, dan emosional dalam merencanakan dan membangun rumah tangga.

Ketua PEMAS Pidie, Ustaz Mufadhal Fuzzari, S.Sos, mengatakan kegiatan bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya membangun fondasi pernikahan yang kuat sebelum memasuki kehidupan bahtera rumah tangga.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi bekal bagi para remaja dan pasangan muda untuk mampu membangun keluarga yang harmonis, sakinah, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan, apalagi dengan dinamika kehidupan generasi muda saat ini yang banyak x tantangannya,” ujarnya, Minggu (7/7/2026).

Menurut Mufadhal, tingginya antusias peserta menunjukkan bahwa isu pernikahan dan ketahanan keluarga menjadi hal urgent di kalangan generasi muda saat ini. 

Ia menilai masjid dan organisasi kepemudaan harus memiliki peran strategis dalam menghadirkan ruang edukasi yang positif bagi masyarakat, makanya kami mengundang langsung para Pakar yang kebetulan kedua narsum tersebut adalah Warga Pidie. 

Ini kesempatan emas bagi kami untuk terus menghadirkan kedua narsum tersebut agara generasi muda khususnya di Pidie menjadi generasi yg siap secara Psikis, mental dan spiritual. 

Sambungnya, Kolaborasi antara pengetahuan Agama dan Psikologi InsyaAllah akan memudahkan bagi pasangan dalam membina dan  menguatkan ketahanan keluarga terutama bagi keluarga baru nikah.

Dalam pemaparannya itu, Bunda Hetti Zuliani mengingatkan peserta agar tidak terburu-buru mengambil keputusan menikah hanya karena faktor fisik, tekanan lingkungan, keinginan bebas dari orang tua, atau alasan ekonomi.

Menurutnya, kehidupan setelah pernikahan akan menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan kesiapan mental dan spiritual yang sangat kuat.

“Ketika ujian rumah tangga datang, keimanan, kedewasaan berpikir, dan kemampuan mengelola emosi menjadi kunci untuk tetap menjaga keutuhan keluarga,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved