Aceh Besar
Bupati Aceh Besar: Aset Gampong Harus Jadi Sumber Pendapatan Warga
Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris atau Syech Muharram, menegaskan pengelolaan aset gampong harus dilakukan secara profesional..
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Bupati Syech Muharram, menegaskan aset gampong harus dikelola secara profesional dan produktif agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjadi sumber Pendapatan Asli Gampong.
- Ia meminta seluruh aset gampong didata, dikelola secara transparan, dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat.
- Kegiatan optimalisasi manajemen aset gampong di Kecamatan Kuta Baro itu juga melibatkan akademisi USK.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris atau Syech Muharram, menegaskan pengelolaan aset gampong harus dilakukan secara profesional dan produktif agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjadi sumber Pendapatan Asli Gampong (PAG).
Penegasan itu disampaikan saat membuka kegiatan Optimalisasi Penerapan Manajemen Aset Gampong se-Kecamatan Kuta Baro di Gedung UDKP Kuta Baro, Senin (8/6/2026).
Menurut Syech Muharram, keberhasilan pembangunan gampong tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga kepedulian perangkat gampong dan masyarakat dalam mengelola berbagai potensi yang dimiliki.
"Pembangunan gampong tidak akan berjalan maksimal tanpa kepedulian bersama. Seluruh elemen gampong harus proaktif mengusulkan program pembangunan dan menyampaikan kebutuhan yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat," ujarnya.
Ia menilai masih banyak aset dan potensi gampong yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Syech Muharram juga mengapresiasi Pemerintah Kecamatan Kuta Baro bersama akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) yang menggagas kegiatan tersebut. Menurutnya, program itu menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat kapasitas aparatur gampong dalam pengelolaan aset.
"Aset gampong jangan hanya menjadi data administrasi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi instrumen kemajuan gampong," katanya.
Bupati menekankan pentingnya inventarisasi seluruh aset gampong, baik bergerak maupun tidak bergerak. Pendataan yang akurat dinilai penting untuk mencegah hilangnya aset maupun terjadinya perubahan status aset menjadi milik pribadi.
"Seluruh aset harus didata dengan baik, dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai aturan yang berlaku. Dengan begitu aset dapat dioptimalkan menjadi sumber pendapatan gampong," ujarnya.
Baca juga: Diduga Tersengat Listrik Saat Bongkar Baliho, Mekanik di Aceh Besar Alami Luka Bakar 40 Persen
Sementara itu, Camat Kuta Baro, Zahrul Fuadi, mengatakan kegiatan tersebut digelar karena masih banyak aset gampong yang belum terdata dan belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data aset yang valid, tetapi juga mendorong pemanfaatan aset secara produktif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Gampong dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Akademisi Universitas Syiah Kuala, Dr Amri, menambahkan seluruh aset yang dimiliki gampong perlu dioptimalkan agar memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat.
"Jika dikelola dengan baik, aset gampong dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan dan mewujudkan Aceh Besar yang bermartabat," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Optimalisasi-Penerapan-Manajemen-Aset-Gampong-Aceh-Besar-2026.jpg)