Banda Aceh
Peserta UM-PTKIN Berhalangan Hadir, Ketua Admisi UIN Ar-Raniry Sebut Bisa Lapor, Ini Syaratnya
Ketua Admisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Muammar Yulian mengatakan, peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Ketua Admisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Muammar Yulian, menyebut peserta UM-PTKIN 2026 yang berhalangan hadir karena sakit, musibah, atau kendala lain masih dapat melapor lewat layanan Sapa UM-PTKIN paling lambat 1x12 jam.
- Selain jalur UM-PTKIN, UIN Ar-Raniry juga membuka kesempatan masuk melalui Jalur Reguler Portofolio dan Jalur Reguler Tes SSE tanpa harus mengikuti tes ulang bagi peserta tertentu.
- Tahun ini, UIN Ar-Raniry Banda Aceh menjadi PTKIN dengan jumlah pendaftar terbanyak di Sumatera.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Admisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Muammar Yulian mengatakan, peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) yang berhalangan hadir tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh tindak lanjut dari panitia pusat.
Menurutnya, peserta yang tidak dapat mengikuti ujian karena alasan tertentu, seperti mengalami musibah, kendala transportasi, kecelakaan dalam perjalanan, atau sakit, dapat melaporkan kondisi tersebut melalui layanan Sapa UM-PTKIN.
"Peserta yang berhalangan hadir dipersilakan melapor melalui SAPA UM-PTKIN. Nanti panitia pusat akan melakukan verifikasi dan memberikan kepastian terkait tindak lanjut yang dapat diberikan," kata Muammar kepada Serambi, Senin (8/6/2026)
Ia menegaskan, syarat laporan tersebut harus disampaikan paling lambat 1x12 jam setelah jadwal ujian berlangsung. Peserta juga wajib melampirkan bukti yang mendukung alasan ketidakhadiran mereka. "Jika jadwal ujian berlangsung hari ini pukul 10.00 WIB, maka pelaporan harus dilakukan sebelum pukul 10.00 WIB pada hari berikutnya dengan menyertakan bukti yang relevan," ujarnya.
Muammar juga menjelaskan bahwa peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur UM-PTKIN masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan proses seleksi di UIN Ar-Raniry melalui jalur lain yang disediakan kampus.
Salah satunya adalah Jalur Reguler Portofolio UM-PTKIN yang dapat diikuti tanpa harus menjalani tes ulang. Peserta cukup melampirkan kartu peserta UM-PTKIN dan akan diseleksi berdasarkan nilai yang diperoleh pada ujian tersebut. "Peserta tidak perlu mengikuti tes lagi. Seleksi dilakukan berdasarkan nilai UM-PTKIN yang kemudian dirangking sesuai program studi yang dipilih," kata dia.
Selain itu, UIN Ar-Raniry juga membuka Jalur Reguler Tes SSE yang memungkinkan calon mahasiswa mengikuti seleksi secara langsung di kampus. Pendaftaran jalur ini dibuka mulai 22 Juni melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru.
Melalui Jalur Reguler Tes SSE, calon mahasiswa dapat memilih hingga 47 program studi yang tersedia di UIN Ar-Raniry. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan pilihan program studi pada jalur UM-PTKIN yang mencakup 31 program studi. "Pada jalur tes reguler, peserta dapat memilih seluruh program studi yang ada di UIN Ar-Raniry, baik program studi di bawah Kementerian Agama maupun Kemendiktisaintek," ujar Muammar.
Ia mengajak calon mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai jalur penerimaan yang tersedia dan mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi proses seleksi. "UIN Ar-Raniry siap menyambut generasi muda untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar kampus dan melanjutkan pendidikan tinggi di lingkungan UIN Ar-Raniry," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 2.640 calon mahasiswa mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Pelaksanaan ujian dipusatkan di lingkungan kampus setempat dengan memanfaatkan 10 laboratorium komputer yang tersebar di tujuh titik lokasi. Setiap harinya, ujian dibagi dalam tiga sesi, berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 13 Juni 2026.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan, kampus ini menyediakan kuota 1.366 kursi mahasiswa baru melalui jalur UM-PTKIN yang tersebar pada 31 program studi. Menurutnya, tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 3.604 orang secara nasional untuk memilih program studi di UIN Ar-Raniry, menempatkan kampus ini sebagai pilihan pendaftar terbanyak di Sumatera.
Capaian tersebut menempatkan UIN Ar-Raniry sebagai PTKIN dengan jumlah pendaftar terbanyak di Sumatera dan peringkat keenam secara nasional pada jalur UM-PTKIN 2026. "Kepercayaan masyarakat terhadap UIN Ar-Raniry terus meningkat. Ini menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan dan layanan akademik yang kami berikan semakin mendapat pengakuan," kata Mujiburrahman saat meninjau pelaksanaan ujian, Senin (8/6/2026).
Baca juga: 2.640 Peserta Ikuti UM-PTKIN di UIN Ar-Raniry, Ini Prodi Terfavorit
Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry yang juga Ketua Panitia Lokal UM-PTKIN 2026, Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf MA mengatakan, seluruh proses seleksi berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan panitia nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ujian-UM-PTKIN-2026-berbasis-SSE-di-kampus-UIN-2026.jpg)