Rabu, 10 Juni 2026

Berita Aceh Utara

Jembatan Gantung Penghubung Dua Kecamatan di Aceh Utara Rampung Direhab

‎“Proses rehabilitasi berlangsung selama 45 hari oleh 75 petugas yang melibatkan TNI, dan masyarakat setempat,” ujar Pangdam.

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/TIDAK ADA
‎Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., didampingi Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, S.Sos., M.M.D.S.,meninjau jembatan gantung perintis yang menghubungkan Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Samudera di Gampong Teungoh, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (9/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Jembatan gantung penghubung Kecamatan Syamtalira Aron dan Samudera selesai direhabilitasi, diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
  • Rehabilitasi berlangsung 45 hari, melibatkan 75 personel gabungan TNI dan masyarakat setempat.
  • Bagian dari upaya mendukung konektivitas wilayah; total 307 jembatan dibangun di Aceh, 151 selesai, 136 masih dalam proses.
  • Dibangun tahun 1995, mulai rusak sejak 2015; lantai kayu lapuk dan pagar pengaman rusak sehingga membahayakan pengguna.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Jembatan gantung perintis yang menghubungkan Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Samudera di Gampong Teungoh, Kabupaten Aceh Utara, telah rampung direhab.

Dengan rampungnya jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

‎Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo SIP Selasa (9/6/2026) saat menijau ke lokasi, mengatakan kalau rehabilitasi jembatan dilakukan selama 45 hari dengan melibatkan 75 personel gabungan yang terdiri dari TNI, serta masyarakat setempat.

‎“Proses rehabilitasi berlangsung selama 45 hari oleh 75 petugas yang melibatkan TNI, dan masyarakat setempat,” ujar Pangdam.

‎Menurutnya, program pembangunan dan rehabilitasi jembatan merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam mendukung konektivitas wilayah, khususnya di daerah yang membutuhkan akses transportasi yang layak dan aman.

‎Secara keseluruhan, TNI AD telah membangun 307 jembatan di Aceh yang terdiri atas jembatan bailey, jembatan perintis atau gantung, serta jembatan aramco. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 151 titik telah selesai dikerjakan, sementara 136 titik lainnya masih dalam tahap pembangunan di berbagai kabupaten dan kota di Aceh.

Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin SSos MMDS menyampaikan bahwa jembatan gantung di Gampong Teungoh sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.

Jembatan perintis yang pertama kali dibangun pada tahun 1995 tersebut mulai mengalami penurunan kondisi setelah digunakan selama sekitar 20 tahun.

Sejak tahun 2015, gelagar lantai yang terbuat dari kayu mulai lapuk, sementara pagar pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan juga mengalami kerusakan, sehingga membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas.

Baca juga: Jembatan Parang Sikureung Tersumbat Gelondongan Kayu Pascahujan, Banjir Intai Warga Aceh Utara

Rehabilitasi jembatan dimulai pada 21 April 2026 dan dilaksanakan secara serentak di 18 titik wilayah teritorial Kodim 0103/Aceh Utara. 

Pekerjaan yang dilakukan meliputi penggantian gelagar jembatan serta penambahan sling penguat guna meningkatkan stabilitas jembatan agar tidak bergoyang saat dilintasi.

‎Jembatan yang direhabilitasi memiliki panjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter dan mampu menahan beban hingga satu ton.

Sementara itu, pilon atau menara penyangga jembatan memiliki tinggi sekitar enam meter.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved