Kamis, 11 Juni 2026

Berita Aceh Jaya

Dua Dapur SPPG Kembali Beroperasi, Penyaluran MBG di Aceh Jaya Normal Lagi

MBG di Kabupaten Aceh Jaya kembali berjalan normal setelah dua SPPG yang sebelumnya menghentikan sementara

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/Riski Bintang
CUT LISA - Koordinator BGN Kabupaten Aceh Jaya, Cut Lisa, mengatakan permasalahan yang menyebabkan penghentian sementara operasional kedua SPPG tersebut kini telah diselesaikan. 

Ringkasan Berita:
  • Pelaksanaan program MBG di Kabupaten Aceh Jaya kembali berjalan normal setelah dua SPPG menghentikan sementara
  • Dari total 12 dapur MBG yang saat ini beroperasi di wilayah Aceh Jaya, hanya dua dapur yang terdampak keterlambatan transfer dana
  • Terpisah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Nagan Raya menyatakan hingga kini baru empat dapur dari 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut yang sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)

“Alhamdulillah, saat ini SPPG Lhok Timon dan SPPG Lupe sudah kembali beroperasi. Penyaluran makanan bergizi kepada siswa penerima manfaat juga sudah kembali berjalan seperti biasa.” Cut Lisa, Koordinator BGN Kabupaten Aceh Jaya 

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Jaya kembali berjalan normal setelah dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya menghentikan sementara operasionalnya kembali aktif melayani penerima manfaat. Dua dapur MBG tersebut yaitu SPPG Lhok Timon, Kecamatan Setia Bakti dan SPPG Lupe, Kecamatan Jaya. 

Kedua dupur ini sempat menghentikan penyediaan serta pendistribusian makanan bergizi kepada siswa sejak 8 Juni 2026 akibat keterlambatan pencairan dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, setelah dana operasional tersedia lagi, kedua dapur MBG kembali beroperasi seperti biasa.

“Kedua SPPG yang sebelumnya sempat menghentikan operasional sementara kini sudah kembali berjalan normal setelah persoalan dana operasional dapat diselesaikan,” kata Koordinator BGN Kabupaten Aceh Jaya, Cut Lisa, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, dari total 12 dapur MBG yang saat ini beroperasi di wilayah Aceh Jaya, hanya dua dapur yang terdampak keterlambatan transfer dana. Sementara dapur lainnya tetap menjalankan pelayanan dan distribusi makanan bergizi seperti biasa.

Cut Lisa menjelaskan, setelah pendanaan tersedia, pengelola dapur segera menyiapkan kebutuhan bahan pangan dan kembali menyalurkan makanan kepada siswa penerima manfaat di Kecamatan Setia Bakti dan Kecamatan Jaya.

“Alhamdulillah, saat ini SPPG Lhok Timon dan SPPG Lupe sudah kembali beroperasi. Penyaluran makanan bergizi kepada siswa penerima manfaat juga sudah kembali berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Pihak BGN Aceh Jaya menegaskan bahwa keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada kelancaran dukungan dana operasional. Karena itu, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan guna memastikan proses pencairan dana dapat berlangsung tepat waktu.

Dengan beroperasinya kembali kedua dapur tersebut, ribuan siswa penerima manfaat di Aceh Jaya kini kembali memperoleh makanan bergizi sesuai jadwal yang telah ditentukan. BGN juga berharap kendala serupa tidak terulang di masa mendatang agar pelayanan pemenuhan gizi bagi siswa dapat berjalan berkelanjutan dan tidak mengganggu target program nasional peningkatan kualitas gizi anak.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi kendala yang dapat menghambat penyaluran program Makan Bergizi Gratis. Yang terpenting adalah pelayanan kepada masyarakat, khususnya siswa penerima manfaat, tetap berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” tutup Cut Lisa.(rb)

Di Nagan Raya, Baru 4 Dapur Kantongi SLHS

Terpisah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Nagan Raya menyatakan hingga kini baru empat dapur dari 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut yang sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Info ini disampaikan Kasi Kesling dari Bidang P2P Dinkes Nagan Raya, Mairiya Ulfah Saniza menjawab Serambi, Selasa (9/6/2026). "Sejauh ini baru 4 SPPG yang sudah memiliki SLHS," ujarnya.

Ia menerangkan bahwa semua SPPG yang beroperasi di Nagan Raya sudah mengajukan SLHS ke Dinkes. Namun, banyak SPPG masih dalam tahap perbaikan serta melengkapi syarat yang harus dilengkapi untuk bisa dikeluarkan SLHS.

Selain itu, terdapat juga enam dari 14 dapur MBG di Nagan Raya berhenti operasional sementara mulai Senin (8/6/2026) karena tidak cairnya anggaran dari BGN. Dengan tidak operasional dapur MBG, berdampak terhentinya penyaluran BMG ke siswa di sejumlah sekolah. 

Koordinator Wilayah BGN di Nagan Raya, Shalehah berharap minggu ini dana opersional kembali masuk sehingga SPPG dapat beroperasional seperti biasa. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved