Berita Nagan Raya
Rapat dengan Mendagri, TRK Minta Pusat Percepat Pembangunan 647 Huntap dan Sekolah di Beutong Ateuh
TRK mendesak percepatan pembangunan sekolah permanen karena siswa SD dan SMP masih belajar di fasilitas darurat pascabencana.
Ringkasan Berita:
- Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan meminta Pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang lahannya telah siap.
- TRK mendesak percepatan pembangunan sekolah permanen karena siswa SD dan SMP masih belajar di fasilitas darurat pascabencana.
- Selain itu, TRK meminta perhatian untuk membangun kembali jembatan rusak di Darul Makmur yang membuat 150 kepala keluarga terisolasi dan mengganggu aktivitas ekonomi serta pendidikan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Bupati Nagan Raya, Dr Teuku Raja Keumangan, SH, MH atau krab disa[a TRK meminta Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan sebanyak 647 hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak parah akibat bencana banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati TRK dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh yang berlangsung di Ruang Rapat Serbaguna Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, Selasa (9/6/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Mendagri RI, Prof Drs H Muhammad Tito Karnavian, MA, PhD, serta dihadiri Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf alias Mualem, Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah, SE atau Dek Fadh, dan para bupati/wali kota se-Aceh.
Di hadapan Mendagri dan peserta rapat, Bupati TRK menjelaskan, bahwa bencana banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Nagan Raya.
Namun, bebernya, dampak paling berat terjadi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang berada di kawasan pegunungan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Tengah.
“Di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, dari empat desa yang ada, dua desa di antaranya mengalami kerusakan parah,” urai TRK.
Baca juga: Bupati TRK Ajak Perusahaan di Nagan Raya Salurkan Zakat via BMK
“Tercatat, sebanyak 647 rumah warga harus dibangun kembali dalam bentuk hunian tetap,” rincinya.
“Untuk lokasi pembangunan, seluruh pertapakan lahan telah selesai disiapkan dan siap digunakan,” ujar TRK.
Menurut Bupati Nagan Raya, berdasarkan hasil koordinasi terakhir, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen untuk segera memulai proses pembangunan fisik hunian tetap bagi masyarakat terdampak.
Belajar Darurat
Selain persoalan hunian tetap, Bupati Nagan Raya juga menyoroti kondisi sektor pendidikan di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Hingga saat ini, ungkapnya, siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di fasilitas darurat akibat rusaknya sarana pendidikan yang terdampak banjir.
Karena itu, TRK berharap, kementerian terkait dapat memberikan perhatian khusus dengan memprioritaskan pembangunan kembali gedung sekolah permanen agar proses pendidikan dapat berlangsung secara normal dan aman.
Baca juga: Pemulihan Pascabanjir, Pidie akan Bangun 148 Huntap dan Realisasi Jadup Capai 151 KPM
“Anak-anak kita masih belajar di sekolah darurat,” papar Bupati Nagan Raya.
“Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas pendidikan kembali berjalan dengan baik,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, TRK juga melaporkan kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan serius di Kecamatan Darul Makmur.
Sebuah jembatan rangka baja sepanjang sekitar 200 meter di Desa Alue Waki, sebut TRK, hancur total akibat diterjang banjir.
“Kerusakan jembatan tersebut menyebabkan sekitar 150 kepala keluarga (KK) yang bermukim di dua dusun seberang sungai, terisolasi dari akses utama,” tutur TRK.
“Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan dan perekonomian,” ungkapnya.
Saat ini, lanjutnya, anak-anak sekolah dan para petani kelapa sawit terpaksa menggunakan perahu kecil untuk menyeberangi sungai yang berarus deras.
Selain berisiko terhadap keselamatan jiwa, kondisi tersebut juga menyebabkan meningkatnya biaya transportasi dan distribusi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik masyarakat.
Baca juga: Advokat Soroti Lambannya Pemulihan Pascabencana di Aceh, Penyintas Sudah Tujuh Bulan Menunggu Huntap
Bupati Nagan Raya yang juga dikenal sebagai “Raja Beutong” itu meminta dukungan dan perhatian cepat dari pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Nagan Raya.
TRK bahkan juga mengundang Menteri Dalam Negeri untuk meninjau langsung kondisi masyarakat di lapangan sekaligus berkunjung ke Masjid Giok, salah satu ikon wisata religi yang menjadi kebanggaan masyarakat Nagan Raya.
“Harapan kami, Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pembangunan hunian tetap, fasilitas pendidikan, serta infrastruktur yang rusak akibat bencana,” ucap TRK.
“Kami juga mengundang Bapak Menteri Dalam Negeri untuk melihat langsung kondisi masyarakat di Nagan Raya,” pungkasnya.(*)
Bupati Nagan Raya Dr TR Keumangan
Bupati TRK
TRK
Mendagri RI M Tito Karnavian
huntap
pembangunan Huntap
Beutong Ateuh
Beutong Ateuh Banggalang
Nagan Raya
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Polda Tetapkan Oknum ASN Dinas Syariat Islam Aceh Tersangka dan DPO Kasus Pelecehan Mahasiswi Nagan |
|
|---|
| Kejari Nagan Raya Musnahkan Barang Bukti Kasus Narkotika |
|
|---|
| Perpustakaan Gampong Gunong Reubo di Nagan Juara Lomba Perpustakaan Desa Terbaik 2026 |
|
|---|
| Ketua Apkasindo Perjuangan Minta PMKS di Nagan Raya tidak Permainkan Harga TBS Sawit |
|
|---|
| Polres Nagan Adakan Jalan Santai HUT Bhayangkara, Sediakan 170 Doorprize dan Satu Sepeda Listrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bupati-Nagan-Raya-TR-Keumangan-saat-foto-dengan-Mendagri.jpg)