Jumat, 12 Juni 2026

Berita Aceh Tamiang

Di Ambang Kolaps, Perumda Tirta Tamiang Belum Naikkan Tarif Air

“Menyadari kondisi perekonomian masyarakat yang masih belum sepenuhnya pulih, Bupati belum berencana menaikkan tarif air,” ujarnya.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar/Istimewa
Direktur Perumda Tirta Tamiang, Juanda 
Ringkasan Berita:
  • Perumda Tirta Tamiang menghadapi krisis keuangan berat dan berada di ambang kolaps
  • Kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang dan kenaikan harga bahan kimia menjadi penyebab utama
  • Bupati Aceh Tamiang memutuskan untuk tidak menaikkan tarif air demi menjaga ekonomi masyarakat
  • Perusahaan menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk menjaga operasional layanan air bersih

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANGPerumda Tirta Tamiang belum berencana menaikkan tarif air minum meskipun kondisi keuangan perusahaan daerah tersebut saat ini berada di ambang kolaps.

Direktur Perumda Tirta Tamiang, Juanda, mengungkapkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya sedang menghadapi krisis keuangan yang sangat berat. Kondisi tersebut tidak hanya disebabkan oleh kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang, tetapi juga melonjaknya harga bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan air.

“Situasi perusahaan saat ini sangat sulit. Infrastruktur kami rusak parah akibat banjir bandang dan diperparah oleh kenaikan harga bahan kimia yang terus meningkat,” kata Juanda, Kamis (11/6/2026).

Meski demikian, hingga kini belum ada wacana untuk menaikkan tarif air kepada pelanggan. Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, yang lebih memprioritaskan peningkatan dan menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

“Menyadari kondisi perekonomian masyarakat yang masih belum sepenuhnya pulih, Bupati belum berencana menaikkan tarif air,” ujarnya.

Baca juga: Kupak-kapik Pascabanjir, Perumda Tirta Tamiang Menunggak Listrik Rp1,8 M, Gaji Karyawan Tersendat

Juanda menjelaskan, sejak banjir bandang melanda Aceh Tamiang, Perumda Tirta Tamiang terlibat langsung dalam misi kemanusiaan. Jaringan distribusi air milik perusahaan dimanfaatkan oleh berbagai instansi pemerintah dan relawan untuk menyalurkan air bersih ke sejumlah desa terdampak.

“Penggunaan air dari Tirta Tamiang selama masa tanggap darurat tidak terhitung. Selama berbulan-bulan air disalurkan secara gratis. Dalam situasi tersebut, kami memang mengutamakan misi kemanusiaan,” tuturnya.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Perumda Tirta Tamiang tetap dituntut untuk menjaga pasokan air bersih kepada pelanggan agar tetap normal dan berkualitas. Untuk itu, perusahaan terus menjalin koordinasi dan kerja sama dengan pihak swasta guna memastikan operasional tetap berjalan.

Menurut Juanda, keterlibatan pihak swasta menjadi solusi jangka pendek yang paling realistis sambil menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pada tahun depan.

“Usulan penyertaan modal sudah disetujui. Namun, mengenai besaran anggarannya masih menunggu arahan lebih lanjut,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved