Berita Abdya
Prof Casmini Kupas Peran Perempuan dalam Perdamaian Saat Isi Pengajian di Milad Aisyiyah Abdya
Prof Dr Casmini menegaskan pengajian merupakan ruh gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah serta bagian dari Gerakan Perempuan Mengaji.
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Prof Dr Casmini menegaskan pengajian merupakan ruh gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah serta bagian dari Gerakan Perempuan Mengaji.
- Dalam Milad ke-109 ‘Aisyiyah Abdya, ia menekankan peran strategis perempuan sebagai agen perdamaian yang mampu membangun dialog dan mencegah konflik di tengah masyarakat.
- Casmini juga mengajak perempuan menghadirkan dakwah melalui aksi nyata untuk menjawab tantangan sosial, mulai dari konflik keluarga, hoaks, hingga krisis keteladanan generasi muda.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Prof Dr Casmini, SAg, MSi menegaskan, bahwa pengajian merupakan ruh gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Menurutnya, ‘Aisyiyah menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari ‘Gerakan Perempuan Mengaji’ yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
Demikian disampaikan Prof Casmini saat mengisi pengajian akbar yang dilaksanakan Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam rangka Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Blangpidie, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan bertema “Perempuan Menebar Rahmat, Aceh Barat Daya Menguatkan Perdamaian” itu menyoroti peran strategis perempuan dalam membangun kehidupan yang damai di tengah meningkatnya berbagai persoalan sosial.
Acara itu dipandu oleh moderator Rismanidar, mantan Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah Abdya.
“Ruh kita di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah itu adalah pengajian. Karena itu di ‘Aisyiyah dikenal Gerakan Perempuan Mengaji,” kata Casmini di hadapan ratusan peserta.
Baca juga: Aisyiyah Abdya Gelar Pengajian Akbar Saat Milad Ke-109, Hadirkan Asesor BAN-PT Prof Casmini
Ia menjelaskan, bahwa fondasi dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah bertumpu pada pesan Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 107 yang menyebut Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Prinsip tersebut, katanya, menempatkan dakwah sebagai upaya memuliakan manusia, menjaga kehidupan, menegakkan keadilan, menyebarkan perdamaian, dan menghapus permusuhan.
Menurut Casmini, perempuan memiliki posisi penting dalam agenda perdamaian.
Ia mencontohkan, sosok Ratu Bilqis yang dikisahkan dalam Surat An-Naml sebagai pemimpin perempuan yang mengedepankan diplomasi dan mampu mencegah konflik.
“Ratu Bilqis menunjukkan bahwa perempuan dapat menjadi arsitek perdamaian. Sejak masa lalu, perempuan memiliki kemampuan membangun dialog dan menghindarkan masyarakat dari perpecahan,” ujarnya.
Casmini juga menyoroti perubahan paradigma dakwah yang kini tidak lagi terbatas pada ceramah di mimbar atau aktivitas di rumah ibadah.
Dakwah, katanya, telah berkembang menjadi gerakan kemanusiaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Milad ke-109 Aisyiyah Abdya
Aisyiyah Abdya
Aisyiyah
pengajian
Abdya
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Bunda PAUD Ajak Semua Pihak Percepat Penuntasan ATS di Abdya |
|
|---|
| Aisyiyah Abdya Gelar Pengajian Akbar Saat Milad Ke-109, Hadirkan Asesor BAN-PT Prof Casmini |
|
|---|
| Tgk Safrijal Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua PCNU Abdya Periode 2026-2031 |
|
|---|
| SMAN 1 Abdya Dukung Program ASRI, Tanam Pohon Produktif di Komplek Sekolah |
|
|---|
| Optimalkan PAD, BPKD Abdya Sambangi Perusahaan Objek Pajak Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengajian-akbar-milad-109.jpg)