Pendidikan
Bupati Aceh Singkil Ulas Sejarah Pendirian STIP Yashafa, Ini Kisahnya
Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, mengulas sejarah pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Yashafa saat menghadiri wisuda sarjana di kampus
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, mengulas sejarah pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Yashafa saat menghadiri wisuda sarjana di kampus tersebut, Sabtu (13/6/2026).
Safriadi menegaskan bahwa STIP Yashafa tidak berdiri secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang dan penuh perjuangan. Menurutnya, terdapat enam orang penggagas awal pendirian kampus tersebut, yakni Abu Dardak, Anwar Ishak, Asmarddin, Safriadi Oyon, Dr Fadjri Alihar, dan Roestam Effendi.
Ia menjelaskan, ide pendirian STIP Yashafa berangkat dari potensi alam Kabupaten Aceh Singkil yang didominasi perkebunan kelapa sawit. Meski banyak perusahaan sawit beroperasi, putra-putri daerah saat itu belum mampu mengisi posisi strategis di perusahaan-perusahaan tersebut.
Baca juga: STIP Yashafa Wisuda 68 Sarjana, Ini Pesan Bupati Aceh Singkil
“Perusahaan banyak, tapi yang diterima hanya sebagai pekerja panen. Mandor saja jarang, apalagi asisten, kepala pabrik, atau pimpinan perusahaan. Ini karena SDM kita belum sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Safriadi mengenang, pada masa itu Aceh Singkil belum memiliki sumber daya manusia yang memadai. Saat masih menjabat sebagai anggota DPRK Aceh Singkil, ia berdiskusi dengan Bupati Aceh Singkil kala itu, Makmursyah Putra, terkait rencana pendirian perguruan tinggi pertanian.
Dalam diskusi tersebut, terkendala masalah anggaran. Namun Safriadi menyatakan kesiapannya mendukung pendirian kampus secara pribadi. Ia bersama para inisiator kemudian berangkat ke Jakarta untuk menemui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
“Kami ke Jakarta dengan dana terbatas, cari penginapan murah dan makan di kaki lima. Tapi semangat kami besar,” kata Safriadi sambil tersenyum.
Ia menuturkan, pertemuan dengan pihak Dikti akhirnya terlaksana berkat hubungan pertemanan antara Dr Fadjri Alihar dan Dirjen Dikti saat itu. Dalam pertemuan tersebut, Safriadi langsung menyampaikan kebutuhan Aceh Singkil akan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas SDM lokal.
Namun, tantangan muncul ketika Dikti menanyakan kesiapan lahan dan bangunan kampus. Safriadi spontan menyatakan kesiapan, meski saat itu belum tersedia secara fisik. Untuk memenuhi persyaratan, ia kemudian menghibahkan lahan seluas 20 hektare miliknya di Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, yang kini menjadi kawasan kampus STIP Yashafa.
“Tanah itu saya hibahkan ke Pemkab Aceh Singkil, lalu diserahkan ke yayasan. Sekarang mungkin tidak sampai 20 hektare lagi, karena dulu belum semuanya diklaim,” ujarnya.
Ia juga meminta pengurus yayasan segera mengurus sertifikat tanah kampus agar memiliki kepastian hukum. Pada tahap awal, Safriadi membangun tiga unit ruang perkuliahan sebagai syarat pendirian kampus.
Akhirnya, STIP Yashafa resmi berdiri pada tahun 2003. Pada 2012, dilakukan penambahan gedung, namun Safriadi menyayangkan pada 2026 belum ada pengajuan pembangunan baru kepada pemerintah daerah.
“Kalau untuk pendidikan dan kesehatan, seberat apa pun efisiensi anggaran, akan saya upayakan,” tegasnya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Safriadi menegaskan, kisah sejarah tersebut disampaikan bukan untuk mencari pengakuan, melainkan agar generasi muda menghargai perjuangan para pendiri.
“Kami tidak minta apa-apa, hanya ingin sejarah ini ditulis supaya tidak dilupakan,” katanya.
Ia berharap STIP Yashafa terus berkembang menjadi kampus modern dan mampu melahirkan alumni berkualitas, berilmu, mandiri, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
Sementara itu, STIP Yashafa Aceh Singkil mewisuda 68 sarjana dari Program Studi Agribisnis sebanyak 50 orang dan Agroteknologi 18 orang. Wisuda berlangsung dalam sidang senat terbuka di aula kampus setempat, Gosong Telaga Barat, Singkil Utara.(*)
| Gayo Lues Masuk Calon Lokasi Prioritas Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 |
|
|---|
| Dinkes Abdya Saweu SMPN 1 Susoh, Berikan Edukasi Kesehatan dan Tablet Tambah Darah |
|
|---|
| Penelitian Mahasiswi Doktor UINSU Asal Aceh Dapat Apresiasi Penguji di Seminar Hasil Disertasi |
|
|---|
| Wali Kota Dorong Guru di Banda Aceh Melek Teknologi dan AI, Ini Alasannya |
|
|---|
| Pemkab Aceh Besar Tuntaskan Pembayaran TPG, Tegaskan Komitmen Sejahterakan Guru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wisuda-ioikm.jpg)