Dunia Kampus
UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Gratiskan UKT bagi Mahasiswa Penghafal 30 Juz Al-Qur’an
Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe memberikan penghargaan khusus kepada mahasiswa penghafal Al-Qur’an dengan membebaskan biaya
Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Kebijakan tersebut disampaikan Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Danial, dalam kegiatan Sapa Pers yang digelar bertepatan dengan peringatan Milad ke-57 kampus, Jumat (12/6/2026).
- Danial menjelaskan, pembebasan UKT bagi mahasiswa hafiz 30 juz merupakan bentuk apresiasi atas prestasi mahasiswa sekaligus upaya mendorong lahirnya generasi Qurani yang unggul secara akademik dan berakhlak mulia.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe memberikan penghargaan khusus kepada mahasiswa penghafal Al-Qur’an dengan membebaskan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mereka yang berhasil menghafal 30 juz.
Kebijakan tersebut disampaikan Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Danial, dalam kegiatan Sapa Pers yang digelar bertepatan dengan peringatan Milad ke-57 kampus, Jumat (12/6/2026).
Danial menjelaskan, pembebasan UKT bagi mahasiswa hafiz 30 juz merupakan bentuk apresiasi atas prestasi mahasiswa sekaligus upaya mendorong lahirnya generasi Qurani yang unggul secara akademik dan berakhlak mulia.
Baca juga: Menteri Agama RI Lantik Rektor Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
“Khusus mahasiswa yang hafal 30 juz Al-Qur’an, biaya kuliahnya digratiskan atau tidak perlu membayar UKT. Kebijakan ini juga berlaku bagi mahasiswa yang memiliki prestasi nonakademik lainnya,” ujarnya.
Menurut Danial, atmosfer Al-Qur’an telah menjadi salah satu ciri khas kuat di lingkungan UIN SUNA. Hal tersebut tercermin dari banyaknya mahasiswa, terutama pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, yang merupakan penghafal Al-Qur’an dengan capaian hafalan 10, 20 hingga 30 juz.
Selain penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman, UIN SUNA juga terus mendorong peningkatan wawasan global mahasiswa melalui berbagai program internasional.
Setelah mengirim mahasiswa mengikuti Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional di Malaysia pada 2025, tahun ini UIN SUNA memperluas program tersebut ke Thailand.
Upaya tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (YADIM) yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) untuk pelaksanaan program KPM serta magang internasional.
“Tahun ini kami ingin memperluas khazanah keilmuan mahasiswa hingga ke Thailand. Selain meningkatkan wawasan dan pengalaman internasional, program ini juga menjadi sarana promosi kampus di tingkat global,” katanya. (*)
| 147 Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry Diyudisium, Enam Raih Gelar Ganda Internasional |
|
|---|
| 33 Dosen Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Teken Kontrak Pelaksanaan PPM Program Hibah 2026 |
|
|---|
| Rektor UNIKI: Seleksi Ketat untuk Mengukur Kemampuan Calon Mahasiswa |
|
|---|
| Empat Mahasiswa UNIKI Bireuen Lulus Seleksi Peserta MTQMN |
|
|---|
| Haji Uma Isi Kuliah Umum di FISIP UIN Ar-Raniry, Bahas Peran DPD RI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Nahrasiyah-879ijkl.jpg)