Berita Banda Aceh
Kesehatan Jamaah Haji Aceh Dipantau 14 Hari Setelah Pulang dari Tanah Suc
ia mengingatkan bahwa jamaah lanjut usia berpotensi mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan udara yang panjang.
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan Aceh memantau kesehatan jemaah haji selama 14 hari pascakepulangan.
- Langkah ini bertujuan mendeteksi dini penyakit menular seperti Covid-19 dan Hantavirus.
- Pemantauan dilakukan secara berjenjang dari tingkat kabupaten hingga puskesmas.
- Petugas kesehatan menyiapkan fasilitas rujukan di RSUDZA dan koordinasi dengan Labkesmas.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dinas Kesehatan Aceh akan melakukan pemantauan kesehatan terhadap jamaah haji selama 14 hari setelah mereka kembali dari Tanah Suci. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan antisipasi kemungkinan penyakit menular yang terbawa dari Arab Saudi.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, mengatakan pemantauan akan dilakukan oleh tim kesehatan di masing-masing kabupaten/kota dan diteruskan hingga ke tingkat puskesmas.
“Setelah kembalinya jamaah haji ke kabupaten/kota, masing-masing daerah sudah memiliki tim untuk mengawasi dan mengevaluasi kondisi kesehatan jamaah selama 14 hari ke depan,” kata Ferdiyus dalam konferensi pers di Media Center Asrama Haji Aceh, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, pemantauan tersebut penting untuk memastikan kondisi kesehatan jamaah pascakepulangan dari Tanah Suci. Ia berharap tidak ada penyakit yang terbawa selama pelaksanaan ibadah haji.
“Semoga tidak ada penyakit yang terbawa dari Arab Saudi,” ujarnya.
Ferdiyus menjelaskan, evaluasi kesehatan selama dua pekan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya jamaah yang terpapar virus atau penyakit menular lainnya selama berada di Arab Saudi.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa jamaah lanjut usia berpotensi mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan udara yang panjang. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak selalu menandakan adanya penyakit.
Baca juga: Jamaah Haji Aceh Senang Berbelanja Pakai Rupiah
“Jika ada jamaah yang saat turun dari pesawat harus dirujuk ke rumah sakit, mudah-mudahan RSUDZA sudah menyediakan tempat seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga tidak perlu menunggu lagi di IGD,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh, Ali Isha Wardana, mengatakan sejumlah penyakit menular menjadi perhatian petugas kesehatan saat proses kedatangan jamaah haji.
“Ada beberapa penyakit yang menjadi kewaspadaan kita. Saat ini masih ada Covid-19, selain itu juga Hantavirus dan penyakit menular lainnya,” ujar Ali.
Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena mekanisme penanganan terhadap penyakit-penyakit tersebut telah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan.
“Penanganannya pada dasarnya hampir sama karena semuanya merupakan penyakit menular. Indikator pertama yang diperiksa adalah suhu tubuh,” katanya.
Ali menjelaskan, petugas kesehatan telah dibekali pedoman penanganan jamaah haji yang menunjukkan gejala penyakit menular saat tiba di Aceh.
| RSIA dan RSUD Meuraxa Teken Kerja Sama dengan RS Cicendo Bandung untuk Perkuat Layanan Mata |
|
|---|
| Sekda Aceh: Pengabdian Zaini Abdullah Akan Selalu Dikenang untuk Pembangunan Aceh |
|
|---|
| Anak Saksikan Ayah Tersengat Listrik Saat Pasang Baliho di Luengbata |
|
|---|
| Kapolda Ganti Sejumlah Jabatan Wakapolres di Aceh, Ini Daftar Lengkapnya |
|
|---|
| 14 Muda-Mudi Terjaring Patroli hingga Subuh, Langsung Diangkut ke Mako Satpol PP-WH Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Aceh-Ferdiyus-pantau-jamaah-haji-Aceh.jpg)