Infrasruktur
Warga Juli dan Jeumpa Berharap Jembatan Rangka Baja Alue Limeng Segera Dibangun Kembali
Jembatan yang menjadi akses utama bagi masyarakat menuju kawasan Salah Sirong, Bivak, Krueng Simpo, dan Kecamatan Juli tersebut saat ini
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Jembatan rangka baja di Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, yang ambruk dan nyaris putus total akibat diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu hingga kini belum diperbaiki maupun dibangun kembali.
Jembatan yang menjadi akses utama bagi masyarakat menuju kawasan Salah Sirong, Bivak, Krueng Simpo, dan Kecamatan Juli tersebut saat ini hanya dapat dilintasi dengan risiko tinggi.
Baca juga: Dandim 0111 Bireuen Resmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Gandapura
Pantauan Serambi pada Senin (15/6/2026) menunjukkan kondisi jembatan semakin memprihatinkan.
Bagian sisi timur telah ambruk, sementara lantai jembatan tampak miring ke arah utara. Untuk mempertahankan akses kendaraan roda dua, warga terpaksa memasang papan kayu di dekat oprit dan pada bagian jembatan yang patah serta melengkung ke bawah.
Sejumlah papan dari batang pohon kelapa juga telah dipasang sebagai jalur darurat.
Meski terdapat larangan bagi kendaraan roda empat untuk melintas, mobilitas masyarakat yang mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan lainnya membuat sebagian kendaraan tetap menggunakan jembatan tersebut dengan sangat hati-hati.
Getaran papan saat dilintasi kendaraan roda empat dan tingkat kemiringan jembatan menimbulkan kekhawatiran warga.
Selain itu, bagian tengah dan tiang utama jembatan terlihat miring, sementara ujung sebelah barat terus mengalami pengikisan akibat arus sungai.
Imum Mukim Juli Selatan, Tgk Zainuddin, mengatakan rusaknya jembatan tersebut telah mengganggu akses transportasi masyarakat serta menghambat distribusi hasil bumi.
"Jembatan ini merupakan jalur penghubung vital bagi warga Teupin Mane, Simpang Jaya, dan Alue Limeng menuju Salah Sirong serta ruas jalan lain yang tembus ke Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa," ujarnya.
Menurutnya, masyarakat sangat berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan tersebut karena kondisi saat ini sangat membahayakan para pengguna jalan, terutama yang mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari.
Ia menambahkan, Jembatan Alue Limeng merupakan salah satu dari 28 jembatan di Kabupaten Bireuen yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir besar pada akhir November 2025.
Dari jumlah tersebut, delapan unit merupakan jembatan rangka baja, empat unit jembatan lainnya, dan 16 unit jembatan beton dengan berbagai ukuran yang tersebar mulai dari Kecamatan Samalanga hingga Gandapura.(*)
Jembatan Alue Limeng
Gampong Alue Limeng
Desa Alue Limeng
Warga Alue Limeng
Hati-hati saat Lintasi Jembatan Alue Limeng
| Abu Heri Tampung Aspirasi Warga, Siap Kawal Pembangunan Irigasi Gunung Pudung |
|
|---|
| Pembangunan Jalan Rundeng Subulussalam Diplot Rp 16 Miliar, Ardhiyanto Sambangi PUPR Aceh |
|
|---|
| Pemasangan Jembatan Bailey di Ruas Jalan Menuju Singkil Terus Dikebut, Kendaraan Tetap Bisa Melintas |
|
|---|
| Anggota DPRK Warning SKPK, Bencana bukan Celah Lindungi Proyek yang tak Selesai |
|
|---|
| Al-Farlaky Bangun Empat Jembatan Sekaligus di Aceh Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jembatan-74u3jje.jpg)