Berita Banda Aceh
Participatory Workshop UNDERVAC-ID, Integrasikan Strategi Lokal ke Program Imunisasi di Banda Aceh
“Ketika seorang anak mendapatkan imunisasi lengkap, sesungguhnya kita sedang memberikan perlindungan bagi masa depannya,” ucap Bachtiar.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Pemko Banda Aceh melalui Dinkes bekerja sama dengan FK UI menggelar Participatory Workshop Studi UNDERVAC-ID di Muraya Hotel.
- Tujuan: mengintegrasikan hasil studi ke strategi lokal imunisasi dasar serta memperkuat sinergi multisektoral.
- Wali Kota Banda Aceh diwakili Bachtiar menekankan vaksinasi sebagai intervensi kesehatan paling efektif untuk mencegah penyakit berbahaya.
- Imunisasi lengkap dianggap sebagai perlindungan masa depan anak.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Banda Aceh bersama Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) menggelar Participatory Workshop Studi UNDERVAC-ID bertajuk Komitmen Daerah dan Sinergi Multisektoral dalam Upaya Peningkatan Cakupan Imunisasi Dasar Anak di Muraya Hotel Aceh, Banda Aceh, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan mengintegrasikan hasil studi UNDERVAC-ID ke dalam strategi lokal program imunisasi dasar, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Aceh.
Wali Kota Banda Aceh diwakili Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat, Bachtiar SSos MSi saat membuka acara tersebut menyampaikan, semua pihak harus memahami bahwa vaksinasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif, mencegah berbagai penyakit berbahaya mengancam tumbuh kembang anak.
“Ketika seorang anak mendapatkan imunisasi lengkap, sesungguhnya kita sedang memberikan perlindungan bagi masa depannya,” ucap Bachtiar.
Baca juga: Nakes Aceh Disuntik Vaksin Campak, RSUD ZA Jadi Titik Awal Gerakan Perlindungan
Misinformasi Vaksin
Sementara Peneliti Utama UNDERVAC-ID, dr Ahmad Fuady MSc PhD mengatakan, salah satu temuan dalam penelitian tersebut adalah, masih adanya ketakutan masyarakat terhadap reaksi vaksin dan keengganan anak menerima beberapa suntikan dalam satu waktu.
Kondisi itu diperparah dengan hoaks dan misinformasi yang berkembang setelah pandemi Covid-19.
Menurutnya, persoalan lain yang ditemukan adalah masih adanya keraguan terkait kehalalan vaksin.
Dalam konteks budaya Aceh, keputusan imunisasi anak juga banyak dipengaruhi oleh ayah yang terkadang belum mendapatkan edukasi memadai mengenai manfaat vaksin.
Ia menyebutkan, cakupan imunisasi di Banda Aceh pada 2025 baru mencapai 33,9 persen atau menurun sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara di Pidie, cakupan imunisasi tercatat sekitar 8,2 persen.
"Masalah utamanya edukasi atau pengetahuan masyarakat mengenai imunisasi tentang risiko dan manfaatnya. Risiko jangka pendek seperti demam lebih ditakutkan daripada manfaat jangka panjangnya," ujar dr Fuady.
Di sisi lain, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali menyampaikan, vaksin sangat penting sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Menurutnya, MPU Aceh sejak 2012 telah mengeluarkan tiga fatwa terkait vaksin, untuk mendukung pelaksanaan imunisasi.
"Mari sama-sama kita upayakan agar generasi sehat berkualitas, salah satunya dengan vaksin lengkap kepada anak-anak kita. Insya Allah mereka akan baik dan menjadi manusia-manusia bermanfaat di masa yang akan datang," pungkasnya.(*)
| Komisi II DPR RI Tampung Sejumlah Persoalan Pertanahan di Aceh, Termasuk Polemik Tanah Blang Padang |
|
|---|
| DPR RI Yakin Pemerintah Setujui Usulan Besaran Otsus Aceh 2,5 Persen |
|
|---|
| Maut di Tiang Baliho, Tuanku Muhammad Desak PLN Audit Seluruh Jaringan Berbahaya di Banda Aceh |
|
|---|
| Temuan Kasus HIV di Aceh Ungkap Hubungan Sesama Jenis Libatkan Oknum Anggota TNI |
|
|---|
| 2.548 Peserta UTBK Mandiri Ikuti Ujian di USK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Peneliti-Utama-UNDERVAC-ID-dr-Ahmad-Fuady-MSc-PhD-menyampaikan-pemaparan.jpg)