Info Haji 2026
Daftarkan Anak Saat Usia 13 Tahun, Nurlaila Bisa Berhaji Sekeluarga
Namun, bagaimana rasanya jika mendapat panggilan ke Tanah Suci bersama seluruh anggota keluarga sekaligus? Tentu sebuah rahmat yang...
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Nurlaila Hamjah merasakan pengalaman istimewa menunaikan ibadah haji bersama suami dan dua anaknya setelah menunggu antrean sejak 2012.
- Selama sekitar 40 hari di Tanah Suci, mereka menjalani berbagai rangkaian ibadah bersama dan saling menguatkan dalam menghadapi tantangan fisik maupun spiritual.
- Menurut Nurlaila, berhaji bersama keluarga menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena dapat mempererat kebersamaan sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak sejak usia muda.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Berangkat ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima merupakan impian setiap umat muslim.
Namun, bagaimana rasanya jika mendapat panggilan ke Tanah Suci bersama seluruh anggota keluarga sekaligus? Tentu sebuah rahmat yang sangat besar.
Pengalaman itu dirasakan oleh Nurlaila Hamjah. Tahun ini, ia berkesempatan menunaikan ibadah haji bersama suami dan dua anaknya.
Selama berada di Tanah Suci, mereka menorehkan banyak kenangan dan pengalaman spiritual yang berkesan.
Nurlaila tampak haru dan penuh syukur saat tiba kembali di Asrama Haji Aceh, Senin (15/6/2026) malam.
Malam itu, ia kembali menginjakkan kaki di tanah kelahirannya setelah menjalani rangkaian ibadah haji selama sekitar 40 hari.
Nurlaila mengatakan, perjalanan haji merupakan salah satu pengalaman paling mengharukan dalam hidupnya, karena membutuhkan kesiapan mental dan fisik yang kuat.
“Di Tanah Suci banyak sekali pengalaman yang mengharukan kami alami. Kami berinteraksi dengan jamaah dari berbagai negara dan menghadapi suhu yang sangat panas, yang belum pernah kami rasakan di sini,” ujar Nurlaila.
Ia yang berangkat bersama suami dan kedua anaknya berharap seluruh rangkaian ibadah yang telah dijalani selama lebih dari sebulan di Tanah Suci dapat mengantarkan mereka meraih haji yang mabrur.
Menurut Nurlaila, masih banyak pengalaman yang dapat diceritakan selama menunaikan ibadah haji. Bahkan, beberapa di antaranya sempat ia bagikan melalui media sosial agar tidak terlupakan.
“Banyak momen mengharukan yang menguras mental dan spiritual. Ibadah haji menyangkut rasa setiap jamaah dalam menemukan Tuhannya di setiap rangkaian ibadah, dalam setiap doa yang dipanjatkan, dan dalam berbagai aktivitas ibadah, seperti saat wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta mabit di Mina, terutama ketika melempar jumrah,” katanya.
Ia mengaku sangat bersyukur dapat berangkat haji bersama keluarga.
“Ketika thawaf, kami bisa melakukannya bersama berempat. Saat sa’i juga bersama. Kami saling membantu dan menguatkan pada saat-saat terlemah dalam menjalani aktivitas ibadah yang sangat menantang, karena ujian selama perjalanan haji memang banyak,” ujarnya.
Menurut Nurlaila, berhaji bersama keluarga memberikan pengalaman yang berbeda.
Selain menunaikan rukun Islam kelima, mereka juga dapat mengajak anak-anak menunaikan ibadah haji pada usia yang relatif muda sebagai upaya memperkuat nilai-nilai agama.
Ia menilai, berhaji di usia muda memberikan kesempatan lebih panjang untuk mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji.
| Jamaah Haji Kloter 1 Aceh Tiba, Ini Jadwal Kepulangan Berikutnya |
|
|---|
| Begini Tata Cara Sholat Sunah 2 Rakaat Setelah Pulang Haji |
|
|---|
| Ini Wajib dan Sunat Sa’i Menurut Pimpinan KBIHU Raudhatul Qur'an Aceh Besar |
|
|---|
| Kuah Beulangong dan Keumamah Obati Rindu Petugas Haji Aceh di Mekkah |
|
|---|
| Mina Antara Nafar Awal dan Tsany, Ini Penjelasan Pimpinan KBIHU Raudhatul Qur’an Aceh Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Nurlaila-bersama-keluarga-saat-mabit-di-Muzdalifah-2026.jpg)