Rabu, 13 Mei 2026

Berita Bireuen

Dua Toko di Samalanga Ludes Terbakar, Pemilik hanya Bisa Pasrah dan Sabar

“Semua barang di dalam toko habis terbakar, tidak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya dengan nada tenang namun penuh kepiluan.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
KORBAN KEBAKARAN - Siddiq, pemilik usaha service elektronik yang merupakan korban kebakaran toko dengan sabar mengumpulkan sisa-sisa kebakaran pada tempat usahanya di Gampong Baro, Samalanga, Bireuen, Rabu (3/9/2025). 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Suasana malam di Jalan Gampong Baro, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, berubah mencekam pada Selasa (2/9/2025) sekitar pukul 21.40 WIB. 

Dua unit toko yang berdiri berdampingan--satu toko kelontong milik Sumarlaili (40), dan satu toko servis elektronik milik Siddiq (29)--dilalap ‘si jago merah’ dalam waktu singkat. 

Api yang berkobar hebat membuat warga sekitar panik dan berusaha membantu semampunya, namun tak banyak yang bisa diselamatkan.

Siddiq, pemilik toko servis elektronik yang berasal dari Gampong Gle Meundong, Kecamatan Simpang Mamplam, mengaku, saat kejadian dirinya sudah berada di rumah. 

Toko telah tutup seperti biasa, dan ia baru mengetahui musibah itu setelah diberitahu warga.

Baca juga: Toko Terbakar, Pemilik Loncat Lewat Jendela

“Semua barang di dalam toko habis terbakar, tidak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya dengan nada tenang namun penuh kepiluan.

Toko yang telah disewanya selama tujuh tahun itu bukan sekadar tempat usaha, melainkan sumber penghidupan bagi keluarganya. 

Bersama sang istri, Zahratul Muna, dan anak mereka, Taqiuddin, Siddiq kini harus memulai dari nol. 

Meski kehilangan besar, ia tetap terlihat sabar. 

Di lokasi kejadian, Siddiq tampak mengumpulkan seng bekas dan puing-puing yang masih bisa dimanfaatkan, dibantu oleh beberapa rekannya yang turut prihatin.

Baca juga: Kebakaran Landa Rumah Warga Gampong Kabu Blang Sapek Nagan Raya

Sumarlaili, pemilik toko kelontong yang juga menjadi korban, mengalami nasib serupa. 

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil yang dialami kedua pemilik usaha ini sangat besar.

Keuchik Gampong Baro, Muhammad Nurdin (53), menyampaikan, bahwa penyebab pasti kebakaran belum diketahui, namun diduga kuat berasal dari korsleting listrik. 

Ia menekankan pentingnya kehadiran Pos Pemadam Kebakaran di Samalanga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved