Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Aceh Singkil

Banyak Ikan di Sungai Lae Gombar Mati, Diduga Tercemar Limbah PMKS

"Semoga ditindaklanjuti oleh pemangku kebijakan dengan mengedepankan kebenaran dan keadilan." AMINULLAH SAGALA

Tayang:
Editor: mufti
FOR SERAMBI
IKAN MATI - Warga menunjukan ikan yang mati di sungai Lae Gombar yang diduga akibat tercemar limbah pabrik pengolahan minyak kelapa (PMKS) di daerah itu, Sabtu (6/9/2025). 

"Semoga ditindaklanjuti oleh pemangku kebijakan dengan mengedepankan kebenaran dan keadilan." AMINULLAH SAGALA, Tokoh Masyarakat

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Banyak ikan di sungai Lae Gombar, Kabupaten Aceh Singkil, mati. Kejadian ini diduga akibat limbah pabrik pengolahan minyak kelapa sawit (PMKS) milik perusahaan di kawasan itu bocor, Sabtu (6/9/2025).

Untuk diketahui, sungai Lae Gombar melewati empat desa di Kecamatan Kota Baharu dan Kecamatan Singkohor. Masing-masing Desa Ladang Bisik, Sri Kayu, Pea Jambu dan Desa Muara Pea. 

Ikan mati tersebut ditemukan oleh warga yang sehari-hari menangkap ikan di sungai Lae Gombar. Diduga, kebocoran limbah PMKS tersebut telah ditutup sehingga tidak terus mengalir ke sungai. 

Aminullah Sagala, tokoh masyarakat Kota Baru, mengatakan, masyarakat yang terdampak yaitu masyarakat Pea Jambu, Desa Sri Kayu, Desa Ladang bisik dan Desa Muara Pea, telah melaporkan peristiwa tersebut kepada para pemangku kebijakan. 

Dengan harapan segera ditindaklanjuti dan mendapat perhatian serius.  "Semoga ditindaklanjuti oleh pemangku kebijakan dengan mengedepankan kebenaran dan keadilan," kata Aminullah, Minggu (7/9/2025).

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pihak Dinas Lingkungan Aceh Singkil, telah mengambil sampel air dari lokasi. Langkah itu untuk memastikan penyebab ikan mati, apakah karena limbah PMKS atau penyebab lain.(de)

 

Belum Direspons

Sementara itu, upaya konfirmasi melalui WhatsApp kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Singkil, Surkani, Minggu (7/9/2025) masih 'centang satu'. Begitu juga konfirmasi ke pimpinan PT N yang merupakan perusahaan PMKS dan perkebunan kelapa sawit asal negeri Jiran, melalui WhatsApp sudah centang dua, namun belum direspons. 

Hingga berita ini disusun, belum ada jawaban dari pihak yang dimintai konfirmasi. Masyarakat berharap ada tindakan tegas atas kejadian tersebut sehingga hal serupa tak terjadi lagi.(de)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved