Aceh Barat
SMPN 6 Meureubo Gelar Sosialisasi Pendidikan Inklusif, Satu-satunya di Aceh untuk Jenjang SMP
Alhamdulillah, SMPN 6 Meureubo dipercaya untuk melaksanakan sosialisasi ini. Bantuan yang kami terima saat ini difokuskan...
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – SMP Negeri 6 Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, menjadi satu-satunya sekolah tingkat SMP di Provinsi Aceh yang menerima bantuan dari Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) untuk melaksanakan program sosialisasi penyelenggaraan pendidikan inklusif.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung pada Rabu, 10 September 2025 di lingkungan sekolah yang berlokasi di Komplek Budha Tzu Chi, Gampong Peunaga Paya, Kecamatan Meureubo.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten I Setdakab Aceh Barat, Irfan Murdani, yang mewakili Bupati Aceh Barat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Dr. Husensah, para kepala sekolah dari jenjang SD hingga SMA, unsur Forkompimcam, Komite Sekolah, DPRK, TNI-POLRI, serta perwakilan dari berbagai instansi pemerintah dan lembaga profesi guru.
Kepala SMPN 6 Meureubo, Kasumi Mari, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal kepada Kementerian Pendidikan untuk mendapatkan dukungan program pendidikan inklusif, dengan melampirkan data dan kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah tersebut.
“Proposal yang kami ajukan telah melalui proses panjang dan verifikasi di tingkat kementerian. Alhamdulillah, SMPN 6 Meureubo dipercaya untuk melaksanakan sosialisasi ini. Bantuan yang kami terima saat ini difokuskan untuk kegiatan sosialisasi, sebagai bentuk komitmen bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak untuk belajar,” ujar Kasumi.
Menurut Kasumi, selain SMPN 6 Meureubo, sekolah lain yang juga menerima bantuan serupa di Aceh adalah sekolah tingkat SD di Lhokseumawe dan Pidie Jaya.
Dikatakannya, bahwa di SMPN 6 Mereubo siswa di skeolah tersebut saat ini lengkap mereka yang memiliki kebutuhan khusus atau individu dengan keterbatasan fisik, intelektual, emosional, atau sosial yang membutuhkan penanganan khusus untuk tumbuh kembangnya, seperti orang dengan tunanetra (gangguan penglihatan), tunarungu (gangguan pendengaran), tunadaksa (gangguan gerak), tunagrahita (keterlambatan mental), dan tunalaras (gangguan emosional).
Sementara itu, Asisten I Setdakab Aceh Barat, Irfan Murdani, dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan inklusif sebagai pendekatan yang memberikan kesempatan belajar yang adil dan merata kepada semua anak, tanpa diskriminasi.
“Setiap anak itu unik dan memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan inklusif mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang ramah, menghargai perbedaan, dan memberi ruang bagi semua siswa untuk tumbuh dan berkembang,” kata Irfan.
Ia juga menyoroti pentingnya kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait pembuatan profil belajar siswa dan intervensi dasar bagi anak berkebutuhan khusus, agar guru dapat memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, lanjut Irfan, sangat mendukung pelaksanaan program ini. Namun, keberhasilan pendidikan inklusif memerlukan sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
“Mari kita jadikan sekolah sebagai rumah besar bagi semua anak. Tempat mereka tumbuh, belajar, dan bermimpi tanpa ada yang tertinggal. Anak-anak berkebutuhan khusus bukan untuk dikasihani, tetapi untuk diberi kesempatan,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sekolah-sekolah lain di Aceh Barat dapat mengikuti jejak SMPN 6 Meureubo dalam menerapkan pendidikan yang inklusif, ramah, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.
Baca juga: Afrinda Novalia Lantik Tiga Ketua PKK Kecamatan di Aceh Barat, Ini Pesannya
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Dr. Husensah, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan SMPN 6 Meureubo sebagai sekolah percontohan penyelenggara pendidikan inklusif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/memperlihatkan-hasil-karya-keterampilan-sekolah-di-Meureubo.jpg)