Minggu, 26 April 2026

Aceh Singkil

Lampung Pilihan Bernostalgia Peradaban Singkil Tempo Dulu 

Agar tidak hanyut, lampung dilengkapi tali yang diikatkan ke pohon serta patok kayu di pinggir sungai.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Sisa peradaban Singkil: Banguna lampung di sungai belakang Desa Tanah Merah, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil. Lampung merupakan warisan masa lalu Singkil, ketika transportasi masih melalui sungai, Rabu (17/9/2025). 

Agar tidak hanyut, lampung dilengkapi tali yang diikatkan ke pohon serta patok kayu di pinggir sungai.

Laporan: Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKILLampung begitulah warga Aceh Singkil, menyebut bangunan terapung di pinggir sungai. 

Terbuat dari kayu bulat besar yang disatukan dengan cara diikat. Di atas susunan kayu itu dibangun pondok kayu sederhana beratap seng dan rumbia. 

Pondok didesain sedemikian rupa, terdiri dari  warung tempat jualan, tempat duduk berupa lantai papan dan tempat tungku api. 

Tidak semua susunan kayu terapung mirip rakit itu dijadikan pondok. Pemiliknya masih menyisakan bagian kosong sebagai dermaga tempat tambatan perahu nelayan sungai. 

Agar tidak hanyut, lampung dilengkapi tali yang diikatkan ke pohon serta patok kayu di pinggir sungai.

Selain mencegah hanyut, model pengikatan seperti itu dilakukan agar sewaktu-waktu lampung bisa dipindah ke tempat lain sesuai keinginan pemiliknya. 

Lampung merupakan sisa peradaban Singkil masa lalu, ketika jalur transportasi masih menggunakan sungai. 

Dahulu jumlah lampung cukup banyak, sebagai tempat persinggahan kapal kayu turun naikkan penumpang. 

Bahkan pada masanya lampung kerap dijadikan tempat penginapan ketika penumpang kapal kemalaman di jalan. 

Seiring perkembangan zaman ketika transportasi pindah ke jalan darat. Keberadaan lampung mulai sirna. 

Satu-satunya lampung yang tersisa di sungai Lae Cinendang belakang pemukiman penduduk Desa Tanah Merah, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil.

Lampung itu milik Abdul Karim penduduk setempat. Sesuai nama pemiliknya disebut lampung Abdul Karim.

Jika ditilik fungsinya lampung lebih mirip warung terapung dengan tambahan fungsi layak pelabuhan serta dermaga jualan ikan sungai.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved