Rabu, 29 April 2026

Berita Abdya

Penerima Bansos Dicoret Karena Terdeteksi Judol, Ketua Forum Keuchik Abdya Minta Cek ke Lapangan

"Contoh kasus di gampong saya, Guhang, ada seorang KPM yang sudah lansia, jangankan mengenal judi online, Hp pun beliau tidak ada.

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ MASRIAN MIZANI
Ketua Forum Keuchik Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Venny Kurnia. 

"Contoh kasus di gampong saya, Guhang, ada seorang KPM yang sudah lansia, jangankan mengenal judi online, Hp pun beliau tidak ada. Tahu-tahunya bantuan sosial untuk beliau sudah hilang karena NIK-nya terdeteksi judol," kata Venny Kurnia kepada Serambinews.com, Kamis (18/9/2025).

Laporan Masrian Mizani I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ratusan warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dicoret sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) karena terdeteksi judi online.

Data penerima bantuan sosial PKH dan BNPT tersebut langsung dikeluarkan atau dicoret oleh Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia berdasarkan hasil verifikasi Kemensos atas laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Forum Keuchik Abdya, Venny Kurnia, meminta Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten setempat untuk melakukan verifikasi ulang dengan turun langsung ke lapangan.

Sebab, katanya, Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa saja digunakan oleh pihak lain untuk bermain judi online (Judol).

"Contoh kasus di gampong saya, Guhang, ada seorang KPM yang sudah lansia, jangankan mengenal judi online, Hp pun beliau tidak ada. Tahu-tahunya bantuan sosial untuk beliau sudah hilang karena NIK-nya terdeteksi judol," kata Venny Kurnia kepada Serambinews.com, Kamis (18/9/2025).

Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, jelas Venny, KPM tersebut juga tidak memiliki keluarga yang melek teknologi.

"Saya menduga, NIK KTP beliau digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga imbasnya ke beliau. Kan, sayang kita beliau hilang bansos," ujar Venny.

Ia menyarankan agar Dinsos Abdya melakukan pendampingan langsung dengan operator SNG guna memastikan yang bersangkutan terlibat judol atau malah menjadi korban.

"Ini penting dilakukan, karena menyangkut hajat hidup orang. Saya meminta agar masalah ini segera mendapatkan solusi baik itu melalui pendampingan dan sosialisasi, bila perlu Dinsos Abdya langsung menemui Kemensos terkait persoalan ini," pungkasnya. (*)

Baca juga: Profil Kakak Bos MNC Hary Tanoesoedibjo, Kini Gugat KPK Terkait Status Tersangka Korupsi Bansos

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved