Selasa, 5 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Modus! Pelaku UMKM Aceh Nyaris Jadi Korban Penipuan Calon Pembeli Asing

“Dengan dalih serius ingin datang langsung ke Aceh, oknum tersebut sempat meminta dihitungkan berapa biaya perjalanan dan kebutuhan pribadi seperti...

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/AI
PENIPUAN UMKM – Pelaku UMKM Aceh nyaris menjadi korban penipuan oleh seorang yang mengaku calon (buyer) pembeli asing asal Inggris. Ilustrasi ini dibuat menggunakan ChatGPT, pada Jumat (19/9/2025). 

“Dengan dalih serius ingin datang langsung ke Aceh, oknum tersebut sempat meminta dihitungkan berapa biaya perjalanan dan kebutuhan pribadi seperti tiket, hotel, serta biaya makan jika yang bersangkutan datang ke Indonesia,” kata Mupparih, Jumat (19/9/2025). 

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh nyaris menjadi korban penipuan oleh seorang yang mengaku calon (buyer) pembeli asing asal Inggris. 

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil Bea Cukai Aceh, Muparrih, menjelaskan, kasus tersebut bermula ketika pelaku UMKM dihubungi melalui media sosial oleh oknum yang mengaku berminat membeli produk untuk diekspor.

“Dengan dalih serius ingin datang langsung ke Aceh, oknum tersebut sempat meminta dihitungkan berapa biaya perjalanan dan kebutuhan pribadi seperti tiket, hotel, serta biaya makan jika yang bersangkutan datang ke Indonesia,” kata Mupparih, Jumat (19/9/2025). 

Bahkan, lanjut Mupparih, penipu itu sempat mengaku sudah dalam perjalanan dari Inggris menuju Indonesia, memperlihatkan tiket, hingga melakukan panggilan video dengan berbagai alasan agar korban percaya.

Puncaknya, oknum tersebut mengarang cerita bahwa barang bawaannya tertahan di bandara oleh pihak bea cukai.

Dengan alasan ATM miliknya tidak dapat digunakan, ia kemudian meminta korban untuk mentransfer uang sebesar Rp 10 juta, yang dijanjikan akan diganti setibanya di Aceh. 

“Untuk meyakinkan, pelaku juga menunjukkan identitas pribadi dan mengaku sedang berada di bandara,” jelasnya.

Berkaca dari insiden itu, Kanwil Bea Cukai Aceh mengimbau pelaku UMKM untuk mewaspdai modus penipuan mengatasnamakan pihak bea cukai maupun calon pembeli dari luar negeri. 

Baca juga: Perkuat Pemberdayaan Perempuan & UMKM, Bank Aceh Salurkan Pembiayaan Rp 50 Miliar ke KOMIDA Syariah

Mupparih juga menegaskan bahwa seluruh pembayaran bea masuk, pajak impor, maupun pungutan resmi lainnya tidak pernah melalui rekening pribadi atau perantara, melainkan hanya melalui sistem kode billing resmi ke rekening negara.

“Kami mengingatkan seluruh UMKM Aceh agar jangan pernah memberikan uang atau data pribadi kepada pihak yang tidak jelas. Apalagi jika ada yang mengaku sebagai petugas bea cukai melalui nomor pribadi. Itu sudah dipastikan penipuan,” jelasnya.

Mupparih menekankan, fenomena ini penting menjadi perhatian, mengingat UMKM Aceh saat ini sedang giat melakukan ekspor dan aktif menjajaki pasar global.

Antusiasme yang tinggi jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

“UMKM yang mendapatkan tawaran kerjasama dari luar negeri selalu melakukan cek latar belakang buyer, berkonsultasi dengan instansi terkait, dan tidak ragu menghubungi Bea Cukai melalui kontak resmi jika menemukan hal mencurigakan,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Terbesar Sepanjang Sejarah, Prabowo Plot Rp 130 Triliun Bangun Sektor Perumahan, Termasuk untuk UMKM

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved