Berita Aceh Timur

Seekor Sapi Ditemukan Mati Diduga Diterkam Harimau di Aceh Timur

"Kami langsung berkoordinasi dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Aceh dan Forum Konservasi Leuser (FKL)

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/HO
Polsek Serbajadi, personil FKL, dan BKSDA memasang kamera trap untuk melihat pergerakan harimau, di PT. Agra Bumi Niaga (ABN), Minggu (21/9/2025). 

"Kami langsung berkoordinasi dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Aceh dan Forum Konservasi Leuser (FKL)

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Seekor sapi milik seorang warga di Peunaron, Aceh Timur, ditemukan tewas dengan luka-luka yang mengindikasikan serangan harimau.

Penemuan ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat dan menarik perhatian pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, Minggu (21/9/2025).

Sapi betina dewasa tersebut adalah milik Sadam Husen, 37 tahun, warga Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron.

Sapi itu ditemukan mati di area perkebunan kelapa sawit PT. Agra Bumi Niaga (ABN).

Menurut keterangan Kapolsek Serbajadi, AKP Sudirman, S.E., informasi mengenai kejadian ini diterima pada Sabtu pagi.

"Kami langsung berkoordinasi dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Aceh dan Forum Konservasi Leuser (FKL) untuk bersama-sama menuju lokasi," jelasnya.

Tim gabungan yang tiba di lokasi, sekitar 10 kilometer dari permukiman warga, menemukan sapi tersebut dengan luka bekas gigitan pada leher dan cakar di bagian punggung serta rahang.

Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa sapi tersebut menjadi mangsa harimau.

Sebagai tindak lanjut, Tim BKSDA segera memasang kamera jebak atau camera trap di sekitar lokasi kejadian.

Pemasangan ini bertujuan untuk memastikan kehadiran harimau dan memantau pergerakannya.

"Petugas BKSDA menyebutkan bahwa harimau biasanya akan kembali ke lokasi mangsanya untuk memakannya," tambahnya

Ia juga mengimbau warga pemilik ternak untuk lebih waspada dan tidak membiarkan hewan peliharaan mereka berkeliaran di area perkebunan, terutama pada malam hari.

"Kami mengimbau agar hewan ternak dibawa pulang dan dikandangkan setelah dilepas. Ini penting untuk menghindari kejadian serupa di masa depan," pungkasnya.(*)


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved