Korban Buaya
Korban Terkaman Buaya di Ujung Sialit Aceh Singkil Mulai Pulih
Korban alami luka di sekujur tubuhnya akibat serangan buaya ketika menyelam menangkap.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Dede Rosadi l Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kondisi Martinus Gea alias Ama Carni, penduduk Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, muali pulih.
Setelah mendapat perawatan intensif di Puskesmas Pembantu (Pustu) Ujung Sialit.
Korban alami luka di sekujur tubuhnya akibat serangan buaya ketika menyelam menangkap teripang.
"Syukur sekali sudah," kata Penjabat (Pj) Kepala Desa Ujung Sialit, Risman Zega, ketika dikonfirmasi kondisi korban serangan buaya, Minggu (21/9/2025).
• Lokasi Rawan Buaya di Pulau Banyak Barat Dipasang Papan Peringatan, Nelayan Masih Nekat Menyelam
Diberitakan sebelumnya buaya menerkam Martinus Gea alias Ama Carni penduduk Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Rabu (17/9/2025) malam.
Kala itu malam mulai larut diujung pergantian tanggal melewati pertengahan September 2025.
Empat pria dengan modal senter di kepala dan sebilah tombak tak hiraukan waktu, terus menyelam dalam gelap malam ke dasar laut.
Sesekali kepalanya muncul ke permukaan mengambil nafas panjang.
Meraka adalah Martinus Gea alias Ama Carni, Gea, Arisman Hulu dan Diu.
Keempat pria itu merupakan penduduk Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil.
Para lelaki berprofesi sebagai nelayan itu menyelam untuk menangkap teripang atau kolong serta aneka jenis ikan lainnya di laut dengan kedalam sekitar 1,5 meter.
Lokasi menyelam bebas tanpa alat bantu itu di sekitar Pulau Balung di samping Pulau Matahari dan Pulau Tambarat, Kecamatan Pulau Banyak Barat, yang dikenal rawan buaya.
Ketika sedang berenang secara berpencar, tiba-tiba Martinus mendapat serangan buaya.
Seketika buaya menerkam tubuh Martinus langsung diputar lalu ditarik ke arah tengah laut.
| Aceh Barat Kembali Raih Opini WTP, Pertahankan Prestasi 12 Tahun Berturut-turut |
|
|---|
| Puluhan Rumah di Cot Girek Rusak Diterpa Angin Kencang, Termasuk Rumah Janda Lansia |
|
|---|
| Letkol Inf Didik Sulistio Resmi Jabat Danyonif TP 856/Satria Bumi Sakti |
|
|---|
| VIDEO Iran Klaim Serang Kapal Perusak AS di Laut Oman, Disebut Sebagai Pusat Komando |
|
|---|
| Beda Olahraga, Beda Cedera, Kenali Batas Nyeri Tubuh Agar Terhindar dari Risiko Serius |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Korban-buaya-74u4.jpg)